Banyak yang baru pertama kali pegang Hotspot MikroTik kebingungan di titik yang sama: sudah buka menu Hotspot, lihat pengaturan seperti Address Pool, Profile, atau Idle Timeout — tapi bingung, "ini yang mana buat bikin voucher-nya?" Jawabannya: itu bukan halaman voucher. Itu Server Profile, pengaturan dasar yang cukup dibuat sekali. Voucher yang dijual/dibagi ke pelanggan ada di menu terpisah: Hotspot Users.

Cara Buat Voucher Hotspot MikroTik
Ilustrasi: Cara Buat Voucher Hotspot MikroTik
Definisi singkat: voucher hotspot = satu akun login (username + password) dengan batas pemakaian tertentu (waktu dan/atau kuota data) yang dibuat lewat menu Hotspot > Users. Beda dengan Server Profile yang mengatur "aturan main" hotspot secara keseluruhan.

Server Profile vs User Voucher — Jangan Tertukar

Dua istilah ini sering ketuker karena sama-sama muncul di menu Hotspot, padahal fungsinya beda level:

Server Profile User / Voucher
Dibuat berapa kali Sekali di awal setup Berulang, satu per pelanggan
Isinya Interface, address pool, DNS, idle timeout Username, password, profile, limit
Menu WinBox IP > Hotspot > Server Profiles IP > Hotspot > Users
Analoginya Aturan main warnet (jam buka, tarif dasar) Karcis/tiket yang dijual ke pelanggan
Prasyarat: artikel ini fokus ke bikin voucher/user, bukan setup hotspot dari nol. Kalau menu IP > Hotspot di router kamu masih kosong sama sekali (belum ada Server Profile, interface belum di-set jadi hotspot), jalankan dulu Hotspot Setup wizard bawaan WinBox — baru lanjut ke bagian voucher di bawah ini.

Cara Buat Voucher Manual Lewat WinBox

Untuk beberapa voucher saja (misal buat tamu, atau baru belajar), cara manual lewat WinBox paling gampang dipahami:

LANGKAH 1
Buka menu Hotspot Users — Di WinBox: IP > Hotspot, lalu pilih tab Users (bukan tab Server Profiles). Klik tombol + (Add New).
LANGKAH 2
Isi Name dan Password — Isi Name (username voucher, misal voucher001). Kolom Password boleh diisi manual, atau dikosongkan lalu klik tombol Generate di sebelahnya — MikroTik akan buatkan password acak otomatis.
LANGKAH 3
Pilih Server dan Profile yang benar — Pastikan Server sesuai hotspot yang aktif, dan Profile diisi sesuai paket yang mau dijual (misal profile 1jam vs 1hari) — ini langkah yang paling sering kelupaan, kalau dibiarkan kosong voucher jatuh ke profile "default" yang biasanya tidak sesuai jualan.
LANGKAH 4
Klik OK — voucher langsung aktif — Tidak perlu restart apa pun. Voucher baru langsung bisa dipakai login begitu disimpan.
Alternatif lewat terminal (hasil sama dengan langkah di atas)
/ip hotspot user add name=voucher001 password=voucher001 \
    profile=1jam limit-uptime=1h

Limit Uptime vs Limit Bytes — Kuota Waktu vs Kuota Data

Dua parameter ini sering ketuker karena sama-sama "batas pemakaian", padahal ukurannya beda:

Parameter Mengukur Contoh
limit-uptime Total DURASI aktif terpakai (jam/hari) limit-uptime=1h = total 1 jam pemakaian
limit-bytes-total Total KUOTA DATA (upload+download) limit-bytes-total=1G = kuota 1GB
Jebakan umum: limit-uptime dihitung sejak login PERTAMA KALI, bukan sejak voucher dibuat. Voucher yang belum pernah dipakai tidak akan hangus sendiri walau sudah dibuat berbulan-bulan lalu — beda dengan voucher pulsa seluler yang expired berdasarkan tanggal kalender. Kalau kamu butuh voucher yang punya "masa berlaku" sejak tanggal cetak (bukan sejak dipakai), itu perlu scheduler/script tambahan untuk hapus otomatis — bukan fitur bawaan limit-uptime.
Server Profile vs Voucher, dan Dua Meteran yang Independen (Arahkan Kursor)
Server Profile vs Voucher — Kenapa Beda Level Arahkan kursor ke tiap voucher (kanan) dan tiap meteran (bawah) untuk detail. SATU PROFILE, DIBUAT SEKALI BANYAK VOUCHER, DIBUAT BERULANG SERVER PROFILE hsprof1 interface + address pool + idle timeout DIBUAT SEKALI Voucher #1 pakai limit-uptime=1h — batas WAKTU pemakaian, dihitung sejak login pertama kali, bukan sejak voucher dibuat. VOUCHER #1 voucher001 · profil 1jam limit-uptime=1h — batas WAKTU dihitung sejak LOGIN PERTAMA kali Voucher #2 pakai limit-bytes-total=1G — batas KUOTA DATA (upload+download digabung), beda dari batas waktu. VOUCHER #2 voucher002 · profil 1hari limit-bytes-total=1G — batas KUOTA upload + download DIGABUNG Voucher #3 dengan shared-users=2 — MikroTik defaultnya cuma 1 device per voucher, banyak pemula kaget kena batasan ini. VOUCHER #3 voucher003 · shared-users=2 shared-users — device BERSAMAAN default cuma 1, bukan bug DUA METERAN INDEPENDEN — CONTOH VOUCHER #1 Voucher diblokir begitu SALAH SATU meteran ini penuh duluan. Limit-uptime: meteran WAKTU. Contoh 45 menit terpakai dari total 1 jam — dihitung dari saat login pertama. ⏱ LIMIT-UPTIME 45 menit terpakai dari 1 jam mulai dihitung sejak LOGIN PERTAMA kali, bukan sejak voucher DIBUAT Limit-bytes-total: meteran KUOTA DATA. Contoh 620MB terpakai dari total 1GB — upload dan download digabung jadi satu angka. 📶 LIMIT-BYTES-TOTAL 620MB terpakai dari 1GB menghitung UPLOAD + DOWNLOAD digabung, bukan cuma salah satu arah 💡 Dua meteran ini INDEPENDEN — voucher diblokir otomatis begitu salah satu tercapai duluan, tidak saling menunggu satu sama lain.

Satu Server Profile bisa memunculkan banyak voucher, dan tiap voucher independen — arahkan kursor ke tiap voucher (atas) untuk lihat contoh limit-uptime, limit-bytes-total, dan shared-users. Arahkan kursor ke tiap meteran (bawah) untuk detail kenapa dua batasan ini dihitung dengan cara yang beda.

Gratis untuk keperluan pendidikan — Lisensi CC-BY-SA 4.0. Cantumkan cekipsaya.com sebagai sumber.

Generate Banyak Voucher Sekaligus (Batch)

Kalau kebutuhannya puluhan sampai ratusan voucher (warnet, RT/RW-net), bikin satu-satu lewat WinBox jelas tidak efisien. Ada dua jalan: script sederhana (gratis, cukup buat internal), atau User Manager (built-in MikroTik, lebih cocok buat jualan ke publik).

Script generate 50 voucher sekaligus (terminal RouterOS)
:local prefix "VC"
:local jumlah 50
:for i from=1 to=$jumlah do={
    :local kode ($prefix . $i)
    /ip hotspot user add name=$kode password=$kode \
        profile=1jam limit-uptime=1h
}
Menghasilkan voucher VC1 sampai VC50, username = password (biar gampang diketik pelanggan). Sesuaikan profile dan limit-uptime dengan paket kamu, dan tes dulu di 2-3 voucher sebelum generate banyak sekaligus.
Username berurutan (VC1, VC2, VC3, ...) gampang ditebak orang lain — cukup aman untuk voucher internal/tertutup, tapi kurang cocok kalau dijual bebas ke publik (orang bisa coba-coba nomor urut lain). Untuk voucher yang dijual ke banyak orang tak dikenal, kode acak lebih aman.

User Manager — Solusi Voucher Skala Besar (RT/RW-net)

Untuk skala bisnis (RT/RW-net atau warnet yang jual voucher rutin ke banyak pelanggan), MikroTik punya paket bawaan bernama User Manager — server RADIUS internal yang bisa generate banyak voucher sekaligus dengan kode acak, lengkap dengan template siap cetak. Ini yang biasanya dipakai operator skala menengah ke atas, dibanding generate manual satu-satu.

Alternatif populer di Indonesia: selain User Manager bawaan, banyak operator RT/RW-net pakai software pihak ketiga seperti Mikhmon — dashboard web (plus bot WhatsApp di beberapa versi) yang mempermudah generate dan jual voucher, berjalan di atas API MikroTik yang sama. Kalau kamu pakai Mikhmon lewat tunnel OVPN dan pernah kena masalah disconnect di RouterOS 7, ada pembahasan detail di artikel root-cause OVPN Mikhmon.

Cetak dan Bagikan Voucher ke Pelanggan

Setelah voucher jadi, cara paling praktis membagikannya tergantung skala: untuk beberapa voucher, cukup jalankan /ip hotspot user print di terminal untuk lihat daftar lengkap (bisa disalin manual ke kertas/Excel). Untuk skala jualan rutin, User Manager dan Mikhmon punya template cetak/kirim otomatis — jadi kamu tak perlu ketik ulang satu-satu.

Lihat semua voucher yang sudah dibuat
/ip hotspot user print

Kesalahan Umum Bikin Voucher Hotspot

Lupa Pilih Profile yang Benar

Kalau field Profile dibiarkan kosong/default, voucher jatuh ke profile bawaan yang biasanya tidak sesuai paket jualan (bandwidth/limit tidak sesuai).

Ketuker Limit Uptime dan Limit Bytes

Salah satu diisi tapi yang lain lupa — akibatnya voucher habis lebih cepat/lambat dari yang dijanjikan ke pelanggan. Lihat lagi penjelasan kuota waktu vs kuota data di bagian awal.

Kaget karena 1 Voucher Cuma Bisa 1 Device

Default shared-users=1 artinya 1 voucher cuma bisa login di 1 perangkat dalam satu waktu — ini memang default MikroTik, bukan bug. Kalau mau voucher dipakai bareng beberapa device, naikkan nilai shared-users saat bikin profile.

Address Pool Kehabisan IP

Kalau banyak pelanggan login bersamaan tapi Address Pool di Server Profile ukurannya kecil, user baru bisa gagal dapat IP walau username/password-nya benar. Cek ukuran pool kalau pelanggan mulai ramai.

Ringkasan: voucher = User, bukan Server Profile. Satu voucher manual dulu buat paham field-nya, baru scale ke batch script atau User Manager kalau sudah rutin jualan. Kesalahan paling umum ada di detail kecil (Profile, limit, shared-users) — bukan di konsep besarnya.

Quiz Mini — Cek Pemahamanmu

Tiga soal cepat sebelum kamu tutup tab. Lulus = kamu paham beda Server Profile-Voucher, limit-uptime-limit-bytes, dan shared-users.

FAQ — Pertanyaan yang Sering Ditanyakan

Voucher hotspot adalah satu akun login (username dan password) dengan batas pemakaian tertentu — bisa berupa batas waktu (limit-uptime), batas kuota data (limit-bytes-total), atau keduanya — yang dibuat lewat menu Hotspot Users di MikroTik dan dijual atau dibagikan ke pelanggan WiFi.
Tidak secara default. Limit-uptime dihitung sejak voucher PERTAMA KALI dipakai login, bukan sejak tanggal dibuat — jadi voucher yang belum dipakai tidak akan hangus sendiri walau sudah dibuat lama. Kalau butuh masa berlaku berdasarkan tanggal kalender (mirip voucher pulsa seluler), perlu scheduler atau script tambahan untuk menghapus voucher yang kedaluwarsa secara otomatis.
Bisa pakai script RouterOS sederhana dengan perintah :for untuk melakukan perulangan, lalu menjalankan /ip hotspot user add di dalam loop tersebut untuk membuat beberapa user sekaligus dengan pola nama berurutan (misalnya VC1 sampai VC50). Cara ini gratis dan cukup untuk kebutuhan internal, tapi menghasilkan username yang mudah ditebak karena berurutan.
Karena parameter shared-users di profile hotspot defaultnya diset ke 1, artinya satu voucher hanya boleh dipakai login di satu perangkat dalam satu waktu. Ini adalah perilaku default MikroTik, bukan bug. Kalau ingin satu voucher bisa dipakai beberapa perangkat sekaligus, nilai shared-users bisa dinaikkan saat membuat atau mengedit profile hotspot.
User Manager adalah paket resmi bawaan MikroTik yang berfungsi sebagai server RADIUS internal untuk generate voucher dan mengelola banyak user hotspot sekaligus. Mikhmon adalah software pihak ketiga populer di komunitas Indonesia yang berjalan di atas API MikroTik untuk mempermudah proses generate dan jual voucher lewat dashboard web, di beberapa versi juga terintegrasi bot WhatsApp — bukan pengganti User Manager, melainkan lapisan kemudahan tambahan di atasnya.
Tidak bisa secara otomatis. Voucher yang sudah mencapai batas limit-uptime atau limit-bytes-total akan otomatis diblokir login oleh MikroTik. Untuk mengaktifkannya lagi, admin perlu mereset penggunaan (uptime/bytes) voucher tersebut secara manual dari menu Hotspot Users, atau membuat voucher baru.

Kesimpulan

Voucher hotspot itu soal User, bukan Server Profile — Server Profile (interface, address pool, timeout default) cukup dibuat sekali, sedangkan User/Voucher dibuat berulang, satu per pelanggan. Cara paling cepat belajar: bikin 1 voucher manual dulu lewat WinBox biar paham field-nya (terutama limit-uptime vs limit-bytes-total — dua hal beda yang sering ketuker), baru pindah ke cara massal (script :for loop untuk internal, atau User Manager/Mikhmon kalau sudah skala jualan ke banyak pelanggan). Kesalahan paling umum bukan di rumus, tapi di detail kecil: lupa pilih Profile yang benar, atau kaget karena shared-users=1 memang default-nya MikroTik, bukan bug.

COBA SEKARANG
Modul 03 — NAT & Routing (Cekademi)
→ Modul 03 — NAT & Routing (Cekademi)
// ARTIKEL INI MEMBANTU?

Share ke teman yang butuh info ini: