// REVERSE IP LOOKUP
Coba:

Masukkan IP (atau domain — otomatis di-resolve ke IP) lalu tekan Cek. Kamu dapat 2 hasil: hostname PTR IP itu + daftar domain lain di server yang sama.

🖧 Bagian hostname berjalan langsung di browser (reverse DNS). Data "tetangga satu server" dari sumber pihak ketiga (kuota terbatas — hasil bisa tak lengkap).

Apa Itu Reverse IP Lookup?

Reverse IP Lookup punya dua fungsi. Pertama, reverse DNS (PTR): mencari hostname resmi dari sebuah IP — kebalikan dari lookup domain biasa. Kedua, hosted domains: mencari daftar domain lain yang berbagi server (IP) yang sama denganmu. Kombinasi keduanya berguna untuk memahami "siapa tetangga" sebuah alamat IP di internet.

PTR / Reverse DNS & Kaitannya dengan Email

PTR record mengubah IP menjadi hostname (mis. 8.8.8.8 → dns.google). Ini penting untuk deliverability email: server email penerima sering menolak atau menandai spam email dari IP yang PTR-nya tidak cocok dengan domain pengirim. Kalau kamu menjalankan mail server sendiri, pastikan PTR (reverse DNS) IP-mu sudah diset benar oleh penyedia server.

Shared Hosting vs Dedicated/VPS

Kalau satu IP menampung banyak domain (puluhan hingga ratusan), itu tanda shared hosting — umum di paket hosting murah. Kalau hanya satu domain (atau tidak terdeteksi), kemungkinan itu server dedicated atau VPS pribadi. Ini relevan buat kamu yang ingin pindah dari shared ke VPS untuk performa dan kontrol lebih — lihat panduan VPS & CGNAT kami.

Batas Data yang Perlu Dipahami

Data "tetangga satu server" berasal dari indeks pihak ketiga dengan kuota harian. Artinya: hasil bisa tidak lengkap, dan untuk IP di belakang CDN besar seperti Cloudflare, satu IP bisa melayani ribuan domain sehingga daftar yang tampil hanya sebagian. Tool ini jujur menampilkan apa adanya, bukan klaim "100% akurat".

> FAQ — REVERSE IP LOOKUP

Reverse IP Lookup adalah cara mencari tahu informasi dari sebuah alamat IP: pertama, hostname resmi IP tersebut (reverse DNS/PTR), dan kedua, daftar domain lain yang di-hosting di server dengan IP yang sama.
PTR record adalah kebalikan dari A record: kalau A record mengubah domain jadi IP, PTR mengubah IP jadi hostname. Reverse DNS sering dipakai server email untuk memverifikasi pengirim — makanya penting untuk deliverability email.
Karena IP itu dipakai untuk shared hosting — banyak website berbagi satu server dan satu IP. Ini normal dan umum di layanan hosting murah. Kalau hanya ada satu domain (atau tidak ada), kemungkinan itu server dedicated atau VPS.
Tidak selalu. Data diambil dari sumber pihak ketiga yang punya batas kuota, dan tidak semua domain terindeks. Hasil bisa tidak lengkap, terutama untuk IP di belakang CDN seperti Cloudflare yang melayani sangat banyak domain.
Tidak semua IP punya PTR record yang dikonfigurasi. IP rumahan (IndiHome, Biznet, dll) sering punya PTR generik dari ISP, sedangkan sebagian IP server sengaja tidak diberi PTR. Kosong bukan berarti error.
Berguna untuk audit keamanan (apakah server berbagi dengan situs berisiko), riset SEO (footprint jaringan situs kompetitor), atau sekadar memastikan apakah hosting-mu shared atau dedicated.