Tes berlangsung ~10–15 detik. Tutup aplikasi yang pakai internet berat (download, streaming) agar hasil akurat. Untuk hasil maksimal & konsisten: pakai Google Chrome, matikan VPN/iCloud Private Relay, dan tes saat perangkat tidak sibuk.
ⓘ Pengukuran berbasis HTTP timing (bukan ping ICMP). "Stabilitas" = % request sukses (bukan packet loss layer-3). Tes kecepatan Mbps penuh — segera (fase 2).
Bagaimana Skor Kualitas Dihitung
Skor 0–100 ini mengukur kualitas koneksi (responsivitas + konsistensi), bukan kecepatan (Mbps). Empat sub-metrik diberi bobot lalu digabung:
| Sub-metrik | Bobot | Yang diukur |
|---|---|---|
| Latency | 30% | Median waktu respon ke server — makin rendah makin responsif. |
| Jitter | 35% | Variasi latency antar sampel (metode mean-deviation ala RFC 3550). Biang putus-putus VoIP & lag game. |
| Stabilitas | 25% | Persentase request yang sukses dari total sampel. |
| DNS | 10% | Waktu resolusi DNS oleh resolver milikmu (bila terukur). |
Kami menimbang jitter lebih tinggi dari latency karena di Indonesia lantai latency relatif tinggi & merata (kabel laut, peering IIX), sehingga yang paling membedakan pengalaman antar koneksi justru konsistensi. Acuan kualitas mengikuti ITU-T G.114 (latency satu arah <150ms, jitter <30ms, loss <1% untuk suara real-time).
Mau verifikasi sendiri? Buka cmd / Terminal lalu jalankan ping -t 8.8.8.8 (Windows) atau ping 8.8.8.8 (Mac/Linux) — perhatikan variasi angka time=. Variasi besar = jitter tinggi = persis yang skor ini tangkap.
📖 Baca lebih lanjut: Speed Test vs Real Speed: Kenapa Hasil Berbeda? (kenapa Mbps bukan gambaran utuh) · Speed Test Tinggi Tapi Streaming Lemot? (apa itu bufferbloat).