IPv6 kamu sudah aktif? Alamatnya berapa? Halaman ini mendeteksi IPv4 & IPv6 kamu langsung di browser — otomatis.
// DETEKSI DUAL-STACK — IPv4 & IPv6
Mendeteksi koneksi kamu…
IPv6
…
mengecek…
IPv4
…
mengecek…
// LOOKUP IPv6 APA SAJA — ISP, ASN, ORG, LOKASI
Punya alamat IPv6, atau cuma tahu nama situsnya? Masukkan alamat IPv6ataunama domain (mis. google.com) — lihat ISP/organisasi, ASN, dan lokasinya. Ketik domain → otomatis muncul IPv6-nya.
Coba:
Anatomi Alamat IPv6 — Apa Arti 8 Grup Itu?
Alamat IPv6 = 128 bit dalam 8 grup hex. 3 grup pertama prefix global dari ISP, grup ke-4 subnet, 4 grup terakhir identitas perangkat (sering diacak demi privasi). Bandingkan dengan IPv4 yang cuma 32 bit dan alamatnya sudah habis sejak 2019 — itulah kenapa IPv6 hadir.
Gratis untuk keperluan pendidikan — Lisensi CC-BY-SA 4.0. Cantumkan cekipsaya.com sebagai sumber.
Apa Arti Hasil Cek IPv6 di Atas?
Halaman ini menembak dua endpoint khusus: satu yang hanya bisa diakses lewat IPv6, satu lagi hanya lewat IPv4. Kalau yang IPv6 berhasil menjawab, berarti koneksimu benar-benar punya jalur IPv6 yang berfungsi — dan alamat yang muncul itulah IPv6 valid kamu. Kalau gagal, koneksimu masih IPv4-only.
🟢 IPv6 aktif — koneksimu dual-stack: punya IPv4 dan IPv6 sekaligus. Ini kondisi paling ideal & future-proof.
🟡 IPv6 belum aktif — kamu IPv4-only. Bukan masalah — semua website tetap bisa dibuka. IPv6 sifatnya bonus, bukan syarat.
Kenapa IPv6 Saya Tidak Aktif & Cara Mengaktifkannya
Kalau hasilnya IPv4-only padahal kamu ingin IPv6, cek urutan ini:
ISP belum roll-out IPv6 — penyebab paling umum di Indonesia. Tidak ada yang bisa kamu lakukan selain menunggu ISP mengaktifkan (atau tanya CS apakah IPv6 tersedia di areamu). Biznet sudah native; IndiHome bertahap.
Router mematikan IPv6 — masuk pengaturan router (biasa di 192.168.1.1), cari menu IPv6 / WAN IPv6, set ke mode Native atau DHCPv6. Restart router.
Berarti koneksi kamu masih IPv4-only. Banyak ISP Indonesia belum mengaktifkan IPv6 secara default, atau router/HP kamu belum mengaktifkannya. Internet tetap jalan normal lewat IPv4 — IPv6 sifatnya tambahan, bukan syarat online.
Tidak wajib. IPv4 masih dipakai mayoritas situs dan semuanya tetap bisa dibuka normal tanpa IPv6. Tapi stok alamat IPv4 dunia sudah habis sejak 2019, jadi IPv6 adalah masa depan: alamatnya nyaris tak terbatas, lebih ramah untuk perangkat IoT, gaming peer-to-peer, dan menghindari CGNAT (IP publik berbagi yang kadang bikin buka port atau remote akses bermasalah). Adopsi IPv6 global sudah menembus 40 persen dan terus naik. Belum punya IPv6 bukan masalah sekarang — tapi lebih enak kalau ISP-mu sudah menyediakannya.
Biznet sudah IPv6 native di banyak wilayah. IndiHome/Telkom, First Media, serta sebagian jaringan mobile (Smartfren, Telkomsel, Indosat) menggelar IPv6 secara bertahap — ketersediaannya tergantung kota, tipe langganan, dan model modem/router yang kamu pakai. Cara paling pasti mengeceknya: buka halaman ini langsung dari koneksi ISP tersebut. Kalau IPv6-mu terdeteksi hijau berarti aktif; kalau belum, kamu bisa tanya CS ISP apakah IPv6 tersedia di areamu dan minta diaktifkan (kadang cukup ganti mode router ke Native/DHCPv6).
IPv4 = 4 angka dipisah titik (contoh 114.5.81.12). IPv6 = 8 grup hex dipisah titik dua, jauh lebih panjang (contoh 2404:6800:4003:c00::8a). Satu perangkat bisa punya keduanya sekaligus (dual-stack).
Normal. Demi privasi, perangkat modern memakai "IPv6 Privacy Extension" yang merotasi alamat IPv6 secara berkala. Prefix jaringannya tetap, tapi bagian belakang alamat berganti. Ini fitur, bukan bug.