IP ANDA: 2600:1f28:365:80b0:e704:f646:c9af:aa59
// IP BLACKLIST / DNSBL CHECK (12 lists)
Coba:
> OUTPUT
Masukkan IPv4 address lalu klik Check.

Apa Itu IP Blacklist / DNSBL?

IP Blacklist atau DNSBL (DNS-based Blackhole List) adalah database yang berisi daftar IP address yang teridentifikasi mengirim spam, malware, atau aktivitas berbahaya lainnya. Mail server di seluruh dunia menggunakan DNSBL untuk memfilter email masuk — jika IP pengirim terdaftar di blacklist, email kemungkinan besar ditolak atau masuk folder spam. Tool ini mengecek IP Anda di 12 database DNSBL sekaligus secara real-time.

Daftar DNSBL yang Dicek

Tool ini mengecek IP address terhadap 12 blacklist terpopuler yang digunakan oleh mail server dan spam filter di seluruh dunia:

Kenapa IP Masuk Blacklist?

Ada beberapa penyebab IP address masuk ke daftar blacklist:

Dampak IP Masuk Blacklist

Jika IP server email Anda masuk blacklist, dampaknya serius:

Cara Menghapus IP dari Blacklist

Langkah-langkah untuk menghapus IP dari daftar blacklist:

  1. Identifikasi penyebab: Cek log email server untuk aktivitas mencurigakan. Pastikan tidak ada malware atau open relay.
  2. Perbaiki masalah: Hapus malware, tutup open relay, konfigurasi SPF/DKIM/DMARC dengan benar. Cek DNS record domain untuk verifikasi.
  3. Request delisting: Setiap DNSBL memiliki prosedur removal berbeda:
    • Spamhaus: kunjungi spamhaus.org/lookup dan ikuti proses removal
    • Barracuda: barracudacentral.org/rbl/removal-request
    • SpamCop: auto-delist 48 jam setelah laporan terakhir
    • SORBS: sorbs.net — beberapa zone butuh request manual
  4. Monitor: Setelah delisting, cek secara berkala menggunakan tool ini untuk memastikan IP tidak masuk kembali.

Tips Mencegah IP Masuk Blacklist

Pencegahan lebih baik daripada pengobatan. Berikut best practice untuk admin email server:

> FAQ — IP BLACKLIST CHECK

Penyebab paling umum: server Anda mengirim spam (sengaja atau karena malware/botnet), mail server dikonfigurasi sebagai open relay, IP dinamis ISP yang masuk range residensial, atau IP bekas yang sebelumnya disalahgunakan. Shared hosting juga bisa terdampak jika pengguna lain di IP yang sama mengirim spam.
Setiap DNSBL punya proses berbeda. Spamhaus: spamhaus.org/lookup (ikuti proses removal). Barracuda: barracudacentral.org/rbl/removal-request. SpamCop: otomatis delist 48 jam setelah laporan terakhir. Langkah pertama selalu: perbaiki penyebab spam dulu sebelum request delisting.
Ya, banyak IP VPN komersial masuk blacklist karena digunakan oleh ribuan pengguna secara bersamaan dan sering disalahgunakan untuk spam. Ini salah satu alasan email yang dikirim via VPN sering masuk spam.
SPF menentukan server mana yang boleh mengirim email atas nama domain Anda. DKIM menambahkan tanda tangan digital ke setiap email. DMARC menentukan kebijakan jika SPF/DKIM gagal. Ketiganya wajib dikonfigurasi untuk mencegah blacklisting dan meningkatkan deliverability email.
Bervariasi: SpamCop auto-delist 48 jam. Spamhaus biasanya 1-3 hari setelah request. Barracuda 12-24 jam. UCEPROTECT Level 1 auto-delist 7 hari. Yang penting: perbaiki penyebab dulu — jika masalah tidak diperbaiki, IP akan masuk kembali setelah delisting.
Ya, banyak DNSBL memblokir seluruh range IP dinamis (residensial) secara default melalui PBL (Policy Block List). Ini bukan karena IP Anda mengirim spam, tapi karena IP rumahan seharusnya tidak mengirim email langsung — gunakan SMTP relay ISP atau layanan email seperti Gmail, Zoho, atau SendGrid.
Gunakan tool ini secara rutin (minimal seminggu sekali) untuk mengecek IP mail server Anda. Untuk monitoring otomatis, layanan seperti MXToolbox atau HetrixTools menyediakan alert via email jika IP Anda masuk blacklist baru.