Enter untuk melihat semua DNS record.Apa Itu DNS Lookup?
DNS Lookup adalah proses mengambil informasi DNS record dari sebuah domain. DNS (Domain Name System) bekerja seperti "buku telepon internet" — menerjemahkan nama domain yang mudah diingat (seperti google.com) menjadi alamat IP yang digunakan komputer untuk berkomunikasi. Tool DNS lookup ini mengambil semua jenis record secara real-time menggunakan Google Public DNS (8.8.8.8), sehingga Anda mendapat hasil yang akurat dan up-to-date.
Jenis-Jenis DNS Record
Setiap domain memiliki beberapa jenis DNS record dengan fungsi berbeda:
- A Record: Mengarahkan domain ke alamat IPv4. Ini adalah record paling dasar — misalnya
google.com → 142.250.80.46. - AAAA Record: Sama seperti A record, tapi untuk alamat IPv6. Contoh:
google.com → 2404:6800:4003:c00::65. - MX Record: Menentukan mail server yang menerima email untuk domain. Penting untuk konfigurasi email (Gmail, Zoho, custom mail server).
- NS Record: Menunjukkan nameserver yang bertanggung jawab atas domain. Biasanya dikelola oleh registrar atau hosting provider.
- TXT Record: Record teks serbaguna — digunakan untuk SPF (anti-spam email), DKIM, DMARC, verifikasi domain Google/Facebook, dan konfigurasi lainnya.
- CNAME Record: Alias yang mengarahkan satu domain ke domain lain. Contoh:
www.example.com → example.com. - SOA Record: Start of Authority — berisi informasi administratif seperti primary nameserver, email admin, dan serial number zone.
Cara Cek DNS Record Domain
Untuk menggunakan tool DNS lookup ini, cukup masukkan nama domain (tanpa http://) lalu tekan Enter. Tool akan menampilkan semua DNS record yang ditemukan, termasuk tipe record, data, dan nilai TTL (Time to Live).
Anda juga bisa melakukan DNS lookup dari command line:
- Windows:
nslookup google.comataunslookup -type=MX google.com - Linux/Mac:
dig google.com ANYataudig google.com MX - Cek A record saja:
dig google.com A +short
Kapan Perlu Melakukan DNS Lookup?
DNS lookup berguna dalam banyak skenario:
- Setelah ganti hosting/nameserver: Verifikasi bahwa A record sudah mengarah ke IP server baru.
- Setup email domain: Pastikan MX record sudah benar agar email masuk ke mail server yang tepat.
- Troubleshooting email masuk spam: Cek TXT record untuk memastikan SPF, DKIM, dan DMARC sudah dikonfigurasi.
- Cek propagasi DNS: Setelah mengubah DNS record, gunakan lookup untuk melihat apakah perubahan sudah tersebar.
- Audit keamanan domain: Identifikasi record yang tidak perlu atau konfigurasi yang salah.
Apa Itu TTL (Time to Live)?
TTL adalah waktu (dalam detik) selama DNS resolver boleh meng-cache sebuah record sebelum harus mengambil data terbaru. TTL rendah (300 detik = 5 menit) berarti perubahan DNS tersebar lebih cepat, tapi beban query ke nameserver lebih tinggi. TTL tinggi (86400 detik = 24 jam) mengurangi beban tapi perubahan butuh waktu lebih lama untuk tersebar.
Tips: sebelum migrasi server, turunkan TTL menjadi 300 detik beberapa hari sebelumnya. Setelah migrasi selesai, naikkan kembali TTL ke nilai normal.
DNS Lookup vs Propagasi DNS
DNS lookup menunjukkan record yang tersimpan di resolver tertentu (dalam hal ini Google DNS). Propagasi DNS adalah proses penyebaran perubahan DNS ke semua resolver di seluruh dunia. Propagasi bisa memakan waktu beberapa menit hingga 48 jam tergantung TTL record lama. Jika hasil DNS lookup sudah menunjukkan data baru tapi website masih mengarah ke server lama, kemungkinan ISP Anda masih menggunakan cache DNS lama.