IP ANDA: 216.73.216.73
// PORT CHECKER
Host:
21 FTP22 SSH23 Telnet25 SMTP53 DNS80 HTTP110 POP3143 IMAP443 HTTPS3306 MySQL3389 RDP5432 PgSQL6379 Redis8080 HTTP-Alt8443 HTTPS-Alt
> OUTPUT
Masukkan host dan port, lalu klik Cek atau tekan Enter.

Apa Itu Port Checker?

Port checker adalah tool untuk memeriksa apakah sebuah port TCP pada server atau IP address dapat diakses dari internet. Ketika Anda menjalankan web server, game server, atau layanan lainnya, port tertentu harus dalam status OPEN agar bisa diakses dari luar jaringan. Tool ini melakukan koneksi TCP dari server kami ke target Anda untuk memverifikasi apakah port terbuka dan merespons.

Cara Kerja Port Checker

Tool ini mencoba membuat koneksi TCP (handshake) ke IP dan port yang Anda tentukan. Jika koneksi berhasil dalam batas waktu tertentu, port dianggap OPEN — artinya ada layanan yang aktif mendengarkan. Jika koneksi ditolak atau timeout, port dianggap CLOSED/FILTERED.

Daftar Port Penting dan Fungsinya

Berikut port-port yang paling sering digunakan:

Kenapa Port Selalu CLOSED?

Jika Anda sudah membuka port di server tapi tool ini masih menunjukkan CLOSED, berikut kemungkinan penyebabnya:

Port Checker untuk Keamanan Server

Melakukan port scan secara rutin pada server Anda sendiri adalah praktik keamanan yang baik. Port yang terbuka tanpa alasan bisa menjadi celah keamanan. Beberapa tips keamanan terkait port:

Cek Port dari Command Line

Anda juga bisa mengecek port dari terminal:

> FAQ — PORT CHECKER

OPEN berarti koneksi TCP berhasil — ada layanan aktif yang mendengarkan dan firewall mengizinkan akses. CLOSED berarti port menolak koneksi (tidak ada layanan) atau FILTERED berarti tidak ada respons sama sekali (diblokir firewall/ISP).
Penyebab paling umum: (1) Firewall OS masih memblokir, (2) ISP memblokir port tertentu, (3) ISP menggunakan CGNAT sehingga port forwarding tidak bekerja, (4) Cloud provider firewall belum dikonfigurasi, atau (5) Service belum running di port tersebut.
Minimal port 80 (HTTP) dan 443 (HTTPS). Untuk administrasi server via SSH butuh port 22. Jika menggunakan alternatif, port 8080 dan 8443 juga umum digunakan.
Ya, tool ini hanya melakukan koneksi TCP standar (handshake) ke port yang Anda tentukan. Tidak ada exploit atau payload yang dikirim. Ini sama seperti browser Anda mencoba membuka koneksi ke server.
CGNAT (Carrier-Grade NAT) berarti ISP Anda berbagi satu IP publik dengan banyak pengguna. Akibatnya, port forwarding dari router Anda tidak akan bekerja karena IP publik bukan milik Anda sendiri. Solusi: minta IP publik dedicated dari ISP, atau gunakan layanan tunnel seperti Cloudflare Tunnel.
Port yang sering diblokir ISP rumahan di Indonesia: 25 (SMTP, mencegah spam), 80 dan 443 (mencegah web hosting rumahan), 135-139 dan 445 (SMB, keamanan Windows). Port yang biasanya selalu terbuka: 53 (DNS), 22 (SSH), dan port di atas 1024.
Masuk ke admin router (biasanya 192.168.1.1), cari menu Port Forwarding atau Virtual Server, tambahkan rule dengan port eksternal, port internal, dan IP lokal komputer/server Anda. Pastikan juga firewall OS mengizinkan koneksi masuk di port tersebut.