// SUBNET / CIDR CALCULATOR
Coba:
> OUTPUT
Masukkan IP dengan notasi CIDR, contoh: 192.168.1.0/24

Apa Itu Subnet Calculator?

Subnet calculator adalah tool untuk menghitung parameter jaringan IPv4 dari notasi CIDR (Classless Inter-Domain Routing). Dengan memasukkan IP address dan prefix length (misalnya 192.168.1.0/24), tool ini langsung menghitung network address, broadcast address, subnet mask, wildcard mask, range host yang bisa digunakan, dan jumlah total host. Berguna untuk network engineer, sysadmin, dan mahasiswa jaringan yang perlu mendesain skema pengalamatan IP.

Visual Subnetting: Membagi /24 Menjadi 4 Subnet /26
Visual Subnetting — Membagi /24 Menjadi 4 Subnet /26 Alamat IP = bagian jaringan (network) + bagian host, dipisah oleh subnet mask CIDR /26 berarti 26 bit pertama adalah bagian jaringan (network), sisanya 6 bit untuk host. Subnet mask 255.255.255.192 adalah bentuk desimal dari 26 bit network. IP: 192.168.1.0 CIDR: /26 Mask: 255.255.255.192 32 BIT ALAMAT (IPv4) Oktet 1 — seluruhnya bagian network Oktet 2 — bagian network Oktet 3 — bagian network Oktet 4 — 2 bit pertama masih network (dari /26), 6 bit sisanya untuk host ■ 26 bit network (identitas subnet) ■ 6 bit host (nomor perangkat) Jumlah host per subnet = 2 pangkat (jumlah bit host) dikurangi 2. Yang dikurangi: 1 alamat network dan 1 alamat broadcast yang tak boleh dipakai perangkat. RUMUS JUMLAH HOST 2^(bit host) − 2 = 2^6 − 2 = 64 − 2 = 62 host per subnet /24 DIPECAH JADI 4 SUBNET /26 Subnet 1: alamat .0 = network (tak dipakai), .1 sampai .62 = host, .63 = broadcast. Total 62 host usable. Subnet 1 192.168.1.0 – .63 network .0 · broadcast .63 host: .1 – .62 (62 usable) Subnet 2: .64 = network, .65 sampai .126 = host, .127 = broadcast. Subnet 2 192.168.1.64 – .127 network .64 · bcast .127 host: .65 – .126 (62) Subnet 3: .128 = network, .129 sampai .190 = host, .191 = broadcast. Subnet 3 192.168.1.128 – .191 network .128 · bcast .191 host: .129 – .190 (62) Subnet 4: .192 = network, .193 sampai .254 = host, .255 = broadcast. Subnet 4 192.168.1.192 – .255 network .192 · bcast .255 host: .193 – .254 (62) Menambah 1 bit network = subnet 2x lebih banyak, tapi host per subnet jadi separuh. Itulah inti subnetting. Gratis untuk keperluan pendidikan — Lisensi CC-BY-SA 4.0. Cantumkan sumber. cekipsaya.com

Arahkan kursor (atau sentuh) tiap bagian untuk penjelasan. Biru = bit network; hijau = bit host. Inilah perhitungan yang dilakukan kalkulator di atas — lengkap dengan rumus jumlah host.

Gratis untuk keperluan pendidikan — Lisensi CC-BY-SA 4.0. Cantumkan cekipsaya.com sebagai sumber.

Cara Kerja Subnetting

Subnetting adalah teknik membagi satu jaringan besar menjadi beberapa jaringan kecil (subnet). Setiap subnet memiliki range IP address sendiri yang terisolasi. Tujuannya:

Memahami Notasi CIDR

CIDR (Classless Inter-Domain Routing) adalah cara penulisan subnet yang lebih ringkas dibanding classful addressing. Format: IP_ADDRESS/PREFIX_LENGTH. Prefix length menunjukkan berapa bit dari 32-bit IP yang digunakan sebagai network portion.

Tabel Referensi Subnet Mask

Referensi cepat konversi CIDR ke subnet mask, wildcard mask, dan jumlah host:

CIDR Subnet Mask Wildcard Host
/24255.255.255.00.0.0.255254
/25255.255.255.1280.0.0.127126
/26255.255.255.1920.0.0.6362
/27255.255.255.2240.0.0.3130
/28255.255.255.2400.0.0.1514
/29255.255.255.2480.0.0.76
/30255.255.255.2520.0.0.32

Contoh Subnetting: Desain Jaringan Kantor

Misalnya Anda memiliki network 192.168.1.0/24 (254 host) dan ingin membaginya menjadi 4 subnet untuk 4 departemen:

Gunakan subnet calculator di atas untuk memverifikasi perhitungan sebelum menerapkan di router atau switch.

Subnet Calculator untuk Persiapan CCNA

Subnetting adalah salah satu topik terpenting dalam ujian sertifikasi jaringan seperti Cisco CCNA, CompTIA Network+, dan MTCNA MikroTik. Kemampuan menghitung subnet secara manual wajib dikuasai, tapi tool ini berguna untuk verifikasi jawaban dan latihan. Konsep yang harus dipahami: konversi biner-desimal, prefix length, network vs host portion, VLSM (Variable Length Subnet Masking), dan supernetting/route summarization.

> FAQ — SUBNET CALCULATOR

CIDR (Classless Inter-Domain Routing) adalah cara penulisan subnet yang ringkas dengan format IP/prefix, contoh: 192.168.1.0/24. Angka setelah slash (/24) menunjukkan berapa bit yang digunakan sebagai network portion dari total 32 bit IPv4.
Subnet /24 memiliki 254 usable host (2^8 - 2 = 254). Dua alamat tidak bisa digunakan: network address (192.168.1.0) dan broadcast address (192.168.1.255). Ini adalah ukuran subnet paling umum untuk jaringan rumah dan kantor kecil.
Wildcard mask adalah kebalikan (inverse) dari subnet mask — di mana bit 0 berarti "harus cocok" dan bit 1 berarti "boleh apa saja". Digunakan di Access Control List (ACL) router Cisco dan beberapa konfigurasi OSPF. Contoh: subnet mask 255.255.255.0 = wildcard mask 0.0.0.255.
Network address adalah alamat pertama di subnet yang mengidentifikasi jaringan itu sendiri (tidak bisa di-assign ke host). Broadcast address adalah alamat terakhir yang digunakan untuk mengirim paket ke semua host di subnet. Keduanya "terpakai", sehingga usable host = total - 2.
VLSM (Variable Length Subnet Masking) adalah teknik menggunakan prefix length yang berbeda-beda untuk setiap subnet sesuai kebutuhan jumlah host. Contoh: departemen besar pakai /25 (126 host), departemen kecil pakai /28 (14 host). Lebih efisien dibanding classful subnetting yang menggunakan prefix seragam.
Untuk link point-to-point antar router, gunakan /30 (2 usable host) atau /31 (2 host, tanpa network/broadcast — didukung oleh router modern per RFC 3021). /30 paling umum digunakan di lingkungan produksi.
Langkah dasar: (1) Konversi prefix ke subnet mask biner, (2) AND-kan IP dengan subnet mask untuk dapat network address, (3) Invert subnet mask untuk broadcast address, (4) Host pertama = network + 1, host terakhir = broadcast - 1. Untuk latihan, gunakan tool ini untuk memverifikasi hasil hitungan manual Anda.