Lihat data pendaftaran domain atau IP: registrar, umur domain, tanggal kedaluwarsa, status, nameserver, DNSSEC, dan kontak abuse — real-time via RDAP resmi.
// WHOIS / RDAP LOOKUP
Coba:
👀 Ini contoh langsung — kartu di bawah menampilkan data WHOIS cekipsaya.com (domain kami sendiri) apa adanya, real-time. Ketik domain/IP-mu sendiri di atas.
Masukkan domain atau IP lalu tekan Cek. Data diambil real-time dari RDAP resmi (penerus WHOIS).
🔎 Data pribadi pemilik domain umumnya diredaksi (GDPR) — itu normal dan legal.
Apa Itu WHOIS & RDAP?
WHOIS adalah cara melihat informasi pendaftaran sebuah domain atau blok IP address: siapa registrar-nya, kapan dibuat, kapan kedaluwarsa, dan status keamanannya. RDAP (Registration Data Access Protocol) adalah versi modern WHOIS yang memberi data terstruktur, konsisten, dan lebih akurat. Tool ini mengambil data langsung dari server RDAP resmi registry dan registrar.
Dari Mana Data WHOIS Berasal? (Registry → Registrar → Registrant)
Arahkan kursor (atau sentuh) tiap lapis untuk penjelasan — plus data mana yang paling berguna dibaca (umur domain, kedaluwarsa, status kunci) dan kenapa kontak pemilik kini disamarkan.
Gratis untuk keperluan pendidikan — Lisensi CC-BY-SA 4.0. Cantumkan cekipsaya.com sebagai sumber.
Cara Baca Hasil WHOIS
Registrar — perusahaan tempat domain didaftarkan (mis. Niagahoster, GoDaddy, MarkMonitor).
Umur domain — sejak tanggal registrasi pertama. Domain tua sering dianggap lebih terpercaya di SEO.
Sisa masa aktif — hitung mundur ke tanggal kedaluwarsa. Badge ⚠ muncul jika kurang dari 60 hari.
Status domain — kode EPP seperti clientTransferProhibited; tool ini menjelaskannya dalam Bahasa Indonesia.
Kontak — registrant/admin/tech/abuse. Sebagian besar diredaksi karena GDPR.
Kenapa Data Pemilik Diredaksi (GDPR)?
Sejak GDPR berlaku (2018), registrar wajib menyembunyikan data pribadi pemilik domain (nama, email, alamat) dari WHOIS publik untuk melindungi privasi. Jadi kalau kamu melihat "🔒 Diredaksi", itu normal dan legal — bukan berarti domain mencurigakan. Yang tetap terlihat biasanya registrar dan kontak abuse (untuk laporan penyalahgunaan).
Cek Umur Domain untuk SEO
Umur domain adalah salah satu sinyal kepercayaan di mata mesin pencari. Domain yang sudah lama aktif dan diperpanjang konsisten cenderung dinilai lebih kredibel dibanding domain yang baru dibuat. Saat membeli domain bekas (aged/expired domain), cek dulu tanggal registrasi aslinya di sini — sekaligus pastikan tidak dalam status pending delete atau redemption period.
> FAQ — WHOIS & RDAP
WHOIS adalah sistem untuk melihat informasi pendaftaran sebuah domain atau blok IP — seperti registrar, tanggal dibuat, dan kedaluwarsa. RDAP (Registration Data Access Protocol) adalah penerus WHOIS yang lebih modern, memberi data terstruktur dan lebih akurat. Tool ini memakai RDAP resmi.
Sejak berlakunya aturan privasi GDPR (2018), sebagian besar registrar menyembunyikan data pribadi pemilik domain (nama, email, alamat). Ini normal dan legal. Yang tetap terlihat biasanya registrar dan kontak abuse.
Umur domain dihitung dari tanggal registrasi pertama hingga sekarang. Tool ini menampilkannya otomatis dalam format tahun dan bulan. Umur domain sering dipakai sebagai salah satu sinyal kepercayaan (trust) di dunia SEO.
Itu adalah kunci keamanan standar: domain tidak bisa ditransfer ke registrar lain tanpa izin pemilik. Bukan masalah — justru menandakan domain terlindungi dari pembajakan transfer.
DNSSEC adalah lapisan keamanan yang menandatangani record DNS secara kriptografis, mencegah pemalsuan jawaban DNS (DNS spoofing). Status aktif berarti domain sudah mengaktifkannya di level registry.
Bisa. Masukkan alamat IP (IPv4/IPv6), tool akan menampilkan data RDAP dari Regional Internet Registry (APNIC/ARIN/RIPE/dll): rentang IP, organisasi pemilik, negara, dan kontak abuse untuk laporan penyalahgunaan.