📘 Modul 06 · MikroTik Fundamentals · Modul Terakhir

Monitoring — Netwatch, Traffic Graph, Logs

45 menit 📝 6 lab tasks 🎯 Intermediate 🛠 WinBox / SSH

🎯 Setelah Modul Ini Kamu Akan Bisa

  • Setup Netwatch untuk monitoring proaktif (tahu masalah sebelum pasien komplain)
  • Konfigurasi system logging + remote syslog dengan filter topics yang relevan
  • Memakai Torch untuk analisis trafik real-time (bandwidth, protokol, source/destination)
  • Mengamankan SNMP (restrict IP, ganti community default) sebelum aktifkan graphing
  • Membaca resource router (CPU/RAM/suhu) untuk deteksi dini masalah performa
Prasyarat: Sudah menyelesaikan Modul 05 — Hotspot (jaringan lengkap: LAN, WAN+NAT, firewall, hotspot tamu sudah berjalan). Hardware: 2 jalur setara — (a) mandiri: CHR di VirtualBox (panduan setup →), atau (b) magang formal: hardware MikroTik di kantor mitra.
📡 Catatan CHR: CHR (virtual) tidak punya sensor fisik (suhu, voltase) — bagian resource health yang berkaitan dengan itu tidak akan menunjukkan data relevan di CHR. CPU & RAM tetap valid diukur di CHR karena itu resource virtual yang sungguhan dipakai.

1 · PengantarSkenario: Tahu Masalah SEBELUM Pasien Komplain

Klinik gigi yang sama. Jaringan sudah lengkap: LAN rapi (M01), DHCP (M02), internet via NAT (M03), firewall (M04), WiFi tamu terisolasi (M05). Tapi selama ini, cara tahu ada masalah cuma satu: staff/pasien mengeluh "internet lambat/mati" — reaktif, bukan proaktif.

💡 Beda monitoring proaktif vs reaktif: Reaktif = kamu tahu masalah SETELAH pengguna komplain (sudah terlambat, sudah mengganggu). Proaktif = sistem memberi tahu KAMU duluan (lewat log, alert, atau grafik yang bisa dipantau) — bahkan sebelum pengguna sadar ada masalah.

Modul terakhir ini membangun visibility — kemampuan melihat kesehatan jaringan yang sudah dibangun sejauh ini, tanpa harus menunggu komplain.

2 · KonsepNetwatch — Monitoring Proaktif

Netwatch adalah fitur RouterOS yang secara berkala (interval tertentu) ping ke host target, lalu menjalankan script otomatis saat status berubah:

  • up-script — dijalankan saat host yang tadinya down kembali merespon ping.
  • down-script — dijalankan saat host yang tadinya up berhenti merespon ping.

Contoh pemakaian: monitor gateway internal, server penting, atau bahkan IP publik ISP (deteksi WAN down) — script paling sederhana cukup menulis ke log (:log warning), tapi bisa diperluas untuk trigger notifikasi lain sesuai kebutuhan (di luar scope dasar modul ini).

⚠ Netwatch bukan pengganti firewall/NAT. Ini murni alat deteksi (tahu kalau ada masalah), bukan alat pencegahan.

3 · KonsepSystem Logging & Remote Syslog

RouterOS mencatat kejadian sistem lewat topics (kategori, misal firewall, system, critical) dan actions (ke mana log itu disimpan: memory — RAM, hilang saat reboot; disk — permanen di storage; atau remote — dikirim ke syslog server eksternal).

Kenapa remote syslog?

Log yang cuma di memory hilang saat router restart — kalau ada insiden dan kamu butuh riwayat sebelum restart, log itu sudah tidak ada. Remote syslog mengirim salinan log ke server terpisah yang lebih tahan lama.

🚨 Syslog server tujuan HARUS di dalam subnet manajemen (mis. 10.10.10.0/24), bukan lewat WAN/internet terbuka. Trafik syslog standar (UDP 514) tidak terenkripsi — mengirimnya ke luar jaringan internal berisiko log (yang bisa berisi info sensitif soal jaringan) tersadap di jalan.

4 · KonsepTorch — Analisis Trafik Real-Time

Torch menampilkan trafik yang lewat sebuah interface secara real-time — siapa (src/dst address), protokol apa, dan berapa bandwidth yang dipakai saat itu juga. Beda dari logging (section 3) yang mencatat KEJADIAN (event), Torch menampilkan KONDISI SAAT INI (live).

💡 Kapan pakai Torch? Saat ada laporan "internet lambat sekarang" — Torch langsung menunjukkan device/protokol mana yang sedang memakai bandwidth paling besar SAAT ITU, tanpa perlu menunggu log historis. Ini pelengkap, bukan pengganti, monitoring proaktif Netwatch & logging.

5 · KonsepSNMP & Graphing — Wajib Diamankan Dulu

SNMP (Simple Network Management Protocol) memungkinkan software monitoring eksternal (mis. LibreNMS, Zabbix) "membaca" status router dari jarak jauh — dan Graphing bawaan RouterOS memakai data serupa untuk menampilkan grafik traffic/resource lewat web.

🚨 SNMP v2c pakai "community string" — semacam password sederhana dalam bentuk teks. Default-nya public, dikenal SEMUA orang. Sebelum aktifkan SNMP:
  1. Ganti nama community default ke sesuatu yang tidak mudah ditebak.
  2. Restrict SNMP cuma bisa diakses dari subnet manajemen (sama seperti pola allowlist winbox/ssh di Modul 01 & 04).
Ini persis prinsip yang sama dengan kenapa password admin harus diganti (Modul 01) — community string SNMP adalah "kunci" juga, jangan dibiarkan default.

SNMPv3 (kalau NMS/monitoring tool kamu mendukung) lebih aman lagi — pakai autentikasi + enkripsi, bukan cuma community string polos. Modul ini fokus ke SNMPv2c yang diamankan dengan benar (community diganti + dibatasi IP) sebagai dasar praktis; SNMPv3 direkomendasikan untuk deployment production yang lebih serius.

6 · KonsepResource & Health Monitoring

Sebelum menyalahkan jaringan, kadang masalahnya di router itu sendiri — CPU penuh, RAM habis, atau (di hardware fisik) suhu terlalu panas. RouterOS punya command untuk cek ini langsung.

  • CPU tinggi terus-menerus — bisa tanda konfigurasi yang tidak efisien (mis. terlalu banyak rule firewall kompleks) atau serangan (mis. flood trafik).
  • RAM/resource leak — penggunaan memori naik terus tanpa turun, biasanya tanda bug di versi RouterOS tertentu atau script yang tidak membersihkan variabel dengan benar.
  • Suhu tinggi (hardware fisik) — router yang terlalu panas bisa restart sendiri (thermal protection) atau performanya menurun.
💡 Kenapa perlu baseline? Kamu perlu tahu angka NORMAL (baseline) dulu sebelum bisa bilang "ini tinggi/tidak wajar" — modul ini termasuk langkah mencatat baseline sebagai referensi masa depan.

7 · PraktikDemo Step-by-Step (CLI)

1

Setup Netwatch untuk gateway LAN

> /tool netwatch add host=10.99.99.1 interval=30s up-script=":log info \"Gateway LAN normal kembali\"" down-script=":log warning \"Gateway LAN DOWN!\"" # Verifikasi: > /tool netwatch print # HOST STATUS 0 10.99.99.1 up
2

Remote syslog untuk log firewall

> /system logging action add name=syslog-internal target=remote remote=10.10.10.50 remote-port=514 > /system logging add topics=firewall action=syslog-internal

10.10.10.50 adalah contoh server syslog DI DALAM subnet manajemen — bukan alamat luar/WAN.

3

Jalankan Torch, amati trafik live

> /tool torch interface=bridge # (tampilan live streaming — biarkan jalan ~30 detik sambil ada trafik lewat, # misal browsing dari device LAN, lalu catat/screenshot top src-address & protokolnya)
4

Amankan SNMP, aktifkan graphing

> /snmp set enabled=yes contact="[email protected]" location="Klinik Gigi Lt.1" > /snmp community set [find default=yes] name=snmpKlinikDemo2026 addresses=10.10.10.0/24 > /tool graphing interface add interface=bridge > /tool graphing resource add

Community di-restrict cuma bisa diakses dari 10.10.10.0/24 — sama seperti pola allowlist manajemen di Modul 04.

5

Cek resource & catat baseline

> /system resource print cpu-load: 3% free-memory: 812.4MiB total-memory: 1024.0MiB > /system health print (hardware fisik: menampilkan voltage/temperature. CHR: kosong/tidak relevan)

Catat angka ini sebagai baseline — kalau suatu saat CPU tiba-tiba 90%+ terus-menerus, kamu tahu itu tidak normal dibanding baseline ini.

6

Uji Netwatch end-to-end

# Putuskan sementara host yang dimonitor (mis. cabut kabel/matikan interface gateway LAN) # Tunggu 1 interval (30s), cek log: > /log print where topics~"warning" Gateway LAN DOWN! # Sambungkan kembali, tunggu 1 interval, cek log lagi: > /log print where topics~"info" Gateway LAN normal kembali > /system backup save name=setelah-monitoring-2026-05-02 > /export file=setelah-monitoring-2026-05-02

Ini membuktikan up-script & down-script benar-benar terpicu, bukan cuma ter-konfigurasi tanpa pernah teruji.

8 · Lab TaskPraktik Wajib — Hardware Kantor Mitra atau CHR Mandiri

🧭 Pilih jalurmu — keduanya setara dan sah:
  • Jalur Mandiri (CHR): lanjutkan CHR yang sama dari Modul 01-05. Bukti kelulusan = screenshot tiap tahap, disimpan sendiri (tidak perlu verifikasi pembimbing).
  • Jalur Formal (magang): pakai hardware MikroTik yang sama dari Modul 01-05 di kantor mitra. Hasil dicatat di template Laporan PKL Bagian 4, dan diverifikasi langsung oleh pembimbing.

📋 6 Lab Tasks — Modul 06

  1. Setup Netwatch untuk 1 host kritis (mis. gateway LAN) dengan up-script & down-script sederhana (tulis ke log). Screenshot /tool netwatch print.
  2. Setup remote syslog untuk topic firewall ke server DI DALAM subnet manajemen (bukan lewat WAN). Screenshot /system logging print.
  3. Jalankan Torch selama ada trafik aktif lewat (mis. browsing dari device LAN), screenshot top src-address/protokol yang teramati.
  4. Amankan SNMP: ganti community default + restrict ke subnet manajemen, lalu aktifkan graphing interface & resource. Screenshot /snmp community print.
  5. Cek & catat baseline resource (CPU/RAM, +suhu kalau hardware fisik). Screenshot /system resource print.
  6. Uji Netwatch end-to-end: putuskan lalu sambungkan lagi host yang dimonitor, buktikan up-script & down-script keduanya terpicu (screenshot log). Backup & export konfigurasi akhir gabungan Modul 01-06.

Selesai? Jalur Formal: tunjuk pembimbing untuk verifikasi — pembimbing akan cek Netwatch benar-benar terpicu (bukan cuma dikonfigurasi), SNMP community sudah diganti dari default, dan syslog tidak mengarah keluar WAN. Jalur Mandiri: cek sendiri — kalau semua 6 bukti lengkap dan konsisten, lab task ini selesai. Simpan buktinya untuk checklist di halaman progres.

9 · Self-AssessmentCek Pemahaman (5 Soal)

1. Beda monitoring proaktif (Netwatch) vs reaktif (nunggu komplain)?
2. Kenapa server syslog tujuan harus di DALAM subnet manajemen, bukan lewat WAN?
3. Beda utama Torch vs System Logging?
4. Kenapa community string default SNMP ("public") harus diganti sebelum dipakai?
5. Bagian monitoring modul ini yang TIDAK bisa diuji penuh di CHR (virtual)?

10 · RangkumanKey Takeaways Modul 06

  1. Monitoring proaktif (Netwatch) mengungguli reaktif (nunggu komplain) — tahu masalah lebih dulu.
  2. Remote syslog penting untuk log yang tidak hilang saat reboot — tapi HARUS ke server internal, bukan lewat WAN.
  3. Torch untuk kondisi live saat ini, logging untuk riwayat kejadian — keduanya saling melengkapi.
  4. SNMP wajib diamankan (ganti community default + restrict IP) SEBELUM diaktifkan — sama prinsipnya dengan password admin.
  5. Baseline resource (CPU/RAM/suhu) perlu dicatat dulu supaya tahu kapan sesuatu benar-benar "tidak normal".
  6. CHR punya batasan — sensor fisik tidak relevan, tapi CPU/RAM/logging/Netwatch tetap valid diuji.
  7. Selalu uji end-to-end — konfigurasi tanpa pernah diuji (mis. Netwatch yang tidak pernah terpicu) tidak membuktikan apa-apa.

🎓 Selamat — MikroTik Fundamentals Selesai!

Kamu sudah menyelesaikan seluruh 6 modul: setup awal, DHCP, NAT & routing, firewall, hotspot, dan monitoring — satu jaringan kantor kecil yang lengkap dari nol. Lanjutkan ke Lab Online untuk asah kemampuan diagnosa, atau Scenario Assessment untuk uji pengambilan keputusan teknisi lewat studi kasus.

← Kembali ke daftar 6 modul

11 · GlossariumIstilah Penting di Modul Ini

Netwatch
Fitur RouterOS yang ping berkala ke host target, menjalankan script otomatis saat status up/down berubah.
System Logging
Pencatatan kejadian sistem berdasarkan topics (kategori) dan actions (tujuan penyimpanan: memory/disk/remote).
Remote Syslog
Mengirim salinan log ke server eksternal supaya tidak hilang saat router restart.
Torch
Tool RouterOS untuk melihat trafik real-time per interface: source/destination, protokol, bandwidth.
SNMP
Simple Network Management Protocol — memungkinkan software eksternal membaca status router dari jarak jauh.
Community String
"Password" sederhana SNMP v2c — wajib diganti dari default (public) dan dibatasi IP aksesnya.
Resource Leak
Penggunaan memori yang naik terus tanpa turun — biasanya tanda bug atau script yang tidak membersihkan variabel.
Baseline
Angka kondisi NORMAL yang dicatat sebagai referensi untuk membandingkan "ini wajar atau tidak" di masa depan.