Monitoring — Netwatch, Traffic Graph, Logs
🎯 Setelah Modul Ini Kamu Akan Bisa
- Setup Netwatch untuk monitoring proaktif (tahu masalah sebelum pasien komplain)
- Konfigurasi system logging + remote syslog dengan filter topics yang relevan
- Memakai Torch untuk analisis trafik real-time (bandwidth, protokol, source/destination)
- Mengamankan SNMP (restrict IP, ganti community default) sebelum aktifkan graphing
- Membaca resource router (CPU/RAM/suhu) untuk deteksi dini masalah performa
1 · PengantarSkenario: Tahu Masalah SEBELUM Pasien Komplain
Klinik gigi yang sama. Jaringan sudah lengkap: LAN rapi (M01), DHCP (M02), internet via NAT (M03), firewall (M04), WiFi tamu terisolasi (M05). Tapi selama ini, cara tahu ada masalah cuma satu: staff/pasien mengeluh "internet lambat/mati" — reaktif, bukan proaktif.
Modul terakhir ini membangun visibility — kemampuan melihat kesehatan jaringan yang sudah dibangun sejauh ini, tanpa harus menunggu komplain.
2 · KonsepNetwatch — Monitoring Proaktif
Netwatch adalah fitur RouterOS yang secara berkala (interval tertentu) ping ke host target, lalu menjalankan script otomatis saat status berubah:
- up-script — dijalankan saat host yang tadinya down kembali merespon ping.
- down-script — dijalankan saat host yang tadinya up berhenti merespon ping.
Contoh pemakaian: monitor gateway internal, server penting, atau bahkan
IP publik ISP (deteksi WAN down) — script paling sederhana cukup menulis
ke log (:log warning), tapi bisa diperluas untuk trigger
notifikasi lain sesuai kebutuhan (di luar scope dasar modul ini).
3 · KonsepSystem Logging & Remote Syslog
RouterOS mencatat kejadian sistem lewat topics (kategori,
misal firewall, system, critical) dan
actions (ke mana log itu disimpan: memory —
RAM, hilang saat reboot; disk — permanen di storage; atau
remote — dikirim ke syslog server eksternal).
Kenapa remote syslog?
Log yang cuma di memory hilang saat router restart — kalau
ada insiden dan kamu butuh riwayat sebelum restart, log itu sudah tidak ada.
Remote syslog mengirim salinan log ke server terpisah yang lebih tahan lama.
10.10.10.0/24), bukan lewat WAN/internet
terbuka. Trafik syslog standar (UDP 514) tidak terenkripsi — mengirimnya
ke luar jaringan internal berisiko log (yang bisa berisi info sensitif
soal jaringan) tersadap di jalan.
4 · KonsepTorch — Analisis Trafik Real-Time
Torch menampilkan trafik yang lewat sebuah interface secara real-time — siapa (src/dst address), protokol apa, dan berapa bandwidth yang dipakai saat itu juga. Beda dari logging (section 3) yang mencatat KEJADIAN (event), Torch menampilkan KONDISI SAAT INI (live).
5 · KonsepSNMP & Graphing — Wajib Diamankan Dulu
SNMP (Simple Network Management Protocol) memungkinkan software monitoring eksternal (mis. LibreNMS, Zabbix) "membaca" status router dari jarak jauh — dan Graphing bawaan RouterOS memakai data serupa untuk menampilkan grafik traffic/resource lewat web.
public, dikenal
SEMUA orang. Sebelum aktifkan SNMP:
- Ganti nama community default ke sesuatu yang tidak mudah ditebak.
- Restrict SNMP cuma bisa diakses dari subnet manajemen (sama seperti pola allowlist winbox/ssh di Modul 01 & 04).
SNMPv3 (kalau NMS/monitoring tool kamu mendukung) lebih aman lagi — pakai autentikasi + enkripsi, bukan cuma community string polos. Modul ini fokus ke SNMPv2c yang diamankan dengan benar (community diganti + dibatasi IP) sebagai dasar praktis; SNMPv3 direkomendasikan untuk deployment production yang lebih serius.
6 · KonsepResource & Health Monitoring
Sebelum menyalahkan jaringan, kadang masalahnya di router itu sendiri — CPU penuh, RAM habis, atau (di hardware fisik) suhu terlalu panas. RouterOS punya command untuk cek ini langsung.
- CPU tinggi terus-menerus — bisa tanda konfigurasi yang tidak efisien (mis. terlalu banyak rule firewall kompleks) atau serangan (mis. flood trafik).
- RAM/resource leak — penggunaan memori naik terus tanpa turun, biasanya tanda bug di versi RouterOS tertentu atau script yang tidak membersihkan variabel dengan benar.
- Suhu tinggi (hardware fisik) — router yang terlalu panas bisa restart sendiri (thermal protection) atau performanya menurun.
7 · PraktikDemo Step-by-Step (CLI)
Setup Netwatch untuk gateway LAN
Remote syslog untuk log firewall
10.10.10.50 adalah contoh server syslog DI DALAM subnet
manajemen — bukan alamat luar/WAN.
Jalankan Torch, amati trafik live
Amankan SNMP, aktifkan graphing
Community di-restrict cuma bisa diakses dari 10.10.10.0/24 —
sama seperti pola allowlist manajemen di Modul 04.
Cek resource & catat baseline
Catat angka ini sebagai baseline — kalau suatu saat CPU tiba-tiba 90%+ terus-menerus, kamu tahu itu tidak normal dibanding baseline ini.
Uji Netwatch end-to-end
Ini membuktikan up-script & down-script benar-benar terpicu, bukan cuma ter-konfigurasi tanpa pernah teruji.
8 · Lab TaskPraktik Wajib — Hardware Kantor Mitra atau CHR Mandiri
- Jalur Mandiri (CHR): lanjutkan CHR yang sama dari Modul 01-05. Bukti kelulusan = screenshot tiap tahap, disimpan sendiri (tidak perlu verifikasi pembimbing).
- Jalur Formal (magang): pakai hardware MikroTik yang sama dari Modul 01-05 di kantor mitra. Hasil dicatat di template Laporan PKL Bagian 4, dan diverifikasi langsung oleh pembimbing.
📋 6 Lab Tasks — Modul 06
- Setup Netwatch untuk 1 host kritis (mis. gateway
LAN) dengan up-script & down-script sederhana (tulis ke log).
Screenshot
/tool netwatch print. - Setup remote syslog untuk topic
firewallke server DI DALAM subnet manajemen (bukan lewat WAN). Screenshot/system logging print. - Jalankan Torch selama ada trafik aktif lewat (mis. browsing dari device LAN), screenshot top src-address/protokol yang teramati.
- Amankan SNMP: ganti community default + restrict
ke subnet manajemen, lalu aktifkan graphing interface & resource.
Screenshot
/snmp community print. - Cek & catat baseline resource (CPU/RAM, +suhu
kalau hardware fisik). Screenshot
/system resource print. - Uji Netwatch end-to-end: putuskan lalu sambungkan lagi host yang dimonitor, buktikan up-script & down-script keduanya terpicu (screenshot log). Backup & export konfigurasi akhir gabungan Modul 01-06.
Selesai? Jalur Formal: tunjuk pembimbing untuk verifikasi — pembimbing akan cek Netwatch benar-benar terpicu (bukan cuma dikonfigurasi), SNMP community sudah diganti dari default, dan syslog tidak mengarah keluar WAN. Jalur Mandiri: cek sendiri — kalau semua 6 bukti lengkap dan konsisten, lab task ini selesai. Simpan buktinya untuk checklist di halaman progres.
9 · Self-AssessmentCek Pemahaman (5 Soal)
public, dikenal siapa saja), siapa pun yang tahu IP router bisa mencoba query data via SNMP. Prinsipnya sama persis dengan kenapa password admin default harus diganti di Modul 01 (d salah, ini justru soal keamanan). Bukan soal tampilan (a) atau error teknis (c)./system health kosong/tidak relevan di CHR. Netwatch (a) dan system logging (b) bekerja normal di CHR karena itu murni logika software. CPU/RAM (d) JUSTRU tetap valid diukur di CHR karena itu resource virtual yang sungguhan dipakai oleh proses CHR itu sendiri.10 · RangkumanKey Takeaways Modul 06
- Monitoring proaktif (Netwatch) mengungguli reaktif (nunggu komplain) — tahu masalah lebih dulu.
- Remote syslog penting untuk log yang tidak hilang saat reboot — tapi HARUS ke server internal, bukan lewat WAN.
- Torch untuk kondisi live saat ini, logging untuk riwayat kejadian — keduanya saling melengkapi.
- SNMP wajib diamankan (ganti community default + restrict IP) SEBELUM diaktifkan — sama prinsipnya dengan password admin.
- Baseline resource (CPU/RAM/suhu) perlu dicatat dulu supaya tahu kapan sesuatu benar-benar "tidak normal".
- CHR punya batasan — sensor fisik tidak relevan, tapi CPU/RAM/logging/Netwatch tetap valid diuji.
- Selalu uji end-to-end — konfigurasi tanpa pernah diuji (mis. Netwatch yang tidak pernah terpicu) tidak membuktikan apa-apa.
11 · GlossariumIstilah Penting di Modul Ini
- Netwatch
- Fitur RouterOS yang ping berkala ke host target, menjalankan script otomatis saat status up/down berubah.
- System Logging
- Pencatatan kejadian sistem berdasarkan topics (kategori) dan actions (tujuan penyimpanan: memory/disk/remote).
- Remote Syslog
- Mengirim salinan log ke server eksternal supaya tidak hilang saat router restart.
- Torch
- Tool RouterOS untuk melihat trafik real-time per interface: source/destination, protokol, bandwidth.
- SNMP
- Simple Network Management Protocol — memungkinkan software eksternal membaca status router dari jarak jauh.
- Community String
- "Password" sederhana SNMP v2c — wajib diganti dari default (public) dan dibatasi IP aksesnya.
- Resource Leak
- Penggunaan memori yang naik terus tanpa turun — biasanya tanda bug atau script yang tidak membersihkan variabel.
- Baseline
- Angka kondisi NORMAL yang dicatat sebagai referensi untuk membandingkan "ini wajar atau tidak" di masa depan.