Firewall — Filter, Mangle, Connection Tracking
🎯 Setelah Modul Ini Kamu Akan Bisa
- Membedakan chain input, forward, dan output — dan tahu kapan pakai yang mana
- Memahami connection tracking (established/related/new/invalid) supaya rule efisien & benar
- Menyusun urutan rule yang aman — kenapa urutan menentukan hasil, bukan cuma isi rule-nya
- Selalu pakai Safe Mode sebelum edit firewall supaya tidak self-lockout
- Membuat allowlist akses manajemen yang benar sebelum menambahkan rule drop apa pun
1 · PengantarSkenario: LAN Bisa Internet, Tapi Belum Terlindungi
Klinik gigi yang sama. Setelah Modul 03, LAN sudah bisa akses internet lewat NAT masquerade. Tapi ingat callout di Modul 03: WAN yang live berarti router bisa mulai di-scan dari luar — dan sejauh ini belum ada firewall filter yang benar-benar memutuskan trafik mana yang boleh masuk/lewat.
2 · Konsep3 Chain: Input, Forward, Output
Firewall filter RouterOS punya 3 chain (jalur) bawaan, tergantung siapa tujuan trafik itu:
1) Input — trafik TUJUAN router itu sendiri
Contoh: kamu login winbox/ssh ke router, atau ping ke IP router. Chain ini yang paling berisiko kalau salah konfig — kalau ter-drop, kamu kehilangan akses manajemen ke router itu sendiri.
2) Forward — trafik YANG LEWAT router (bukan untuk router)
Contoh: laptop di LAN browsing ke internet (lewat WAN), atau device WAN mencoba akses device di LAN. Ini chain yang benar-benar "melindungi LAN dari internet" — beda dari input yang soal keamanan router itu sendiri.
3) Output — trafik YANG DIBUAT router itu sendiri
Contoh: router melakukan NTP request, atau update check. Paling jarang dibatasi ketat di jaringan kecil/menengah — di luar scope modul ini.
input TIDAK mempengaruhi
trafik di chain forward, dan sebaliknya — keduanya perlu
rule terpisah sesuai tujuannya masing-masing.
3 · KonsepConnection Tracking (established/related/new/invalid)
RouterOS "mengingat" status tiap koneksi yang lewat — ini disebut connection tracking. Statusnya:
- new — paket pertama dari koneksi yang benar-benar baru.
- established — bagian dari koneksi yang sudah "diakui" sebelumnya (misal balasan dari request yang kamu kirim).
- related — koneksi baru tapi terkait dengan koneksi lain yang sudah established (contoh klasik: FTP data channel yang terkait FTP control channel).
- invalid — paket yang tidak jelas asal-usulnya dalam tracking table (biasanya tanda paket rusak/aneh/serangan) — hampir selalu aman untuk di-drop.
accept established,related
sebagai rule PALING ATAS, semua balasan dari koneksi yang kamu inisiasi sendiri
otomatis diizinkan tanpa perlu rule tambahan per-kasus.
4 · KonsepUrutan Rule & Default Drop
RouterOS mengevaluasi rule firewall dari atas ke bawah, berhenti di rule pertama yang cocok (first-match-wins). Ini artinya urutan rule sama pentingnya dengan isi rule itu sendiri.
drop semua di ATAS, sebelum rule accept untuk akses
manajemen kamu sendiri. Begitu rule drop-semua itu ditambahkan, SEMUA
trafik berikutnya (termasuk winbox/ssh kamu) langsung ditolak di situ juga —
rule accept di bawahnya tidak akan pernah dievaluasi karena eksekusi sudah
berhenti duluan di rule drop.
Urutan yang aman (pola standar):
- Accept
established, related, untracked— paling atas, untuk performa & koneksi yang sudah sah. - Accept akses manajemen (winbox/ssh dari subnet admin kamu) — allowlist, harus eksplisit sebelum rule drop apa pun.
- Drop
invalid— buang paket yang tidak jelas asal-usulnya. - (rule spesifik lain sesuai kebutuhan)
- Drop semua sisanya — SELALU PALING BAWAH, setelah semua rule accept di atas sudah didefinisikan.
5 · KonsepSafe Mode — Wajib Sebelum Ubah Firewall
RouterOS punya fitur bawaan bernama Safe Mode khusus untuk mencegah self-lockout: kalau kamu kehilangan koneksi ke router (karena rule yang baru saja ditambahkan ternyata salah) SEBELUM kamu sempat konfirmasi keluar dari Safe Mode, RouterOS akan otomatis membatalkan SEMUA perubahan yang dibuat selama sesi Safe Mode itu.
Cara aktifkan
- Terminal/SSH: tekan
Ctrl+X— prompt akan menunjukkan[Safe Mode taken]. - WinBox: tombol "Safe Mode" di toolbar (atau
Ctrl+Xjuga jalan di jendela terminal WinBox). - Tekan
Ctrl+Xsekali lagi untuk KELUAR Safe Mode (mengonfirmasi semua perubahan permanen) — HANYA lakukan ini setelah kamu yakin akses masih normal dari semua jalur yang perlu.
/ip firewall filter (yang bekerja di Layer 3/IP). Jadi walau rule
IP-mu kacau, akses via MAC biasanya masih jalan sebagai jalur darurat. Ini bukan
alasan untuk ceroboh — tetap pakai Safe Mode sebagai pertahanan utama.
6 · PraktikDemo Step-by-Step (CLI)
Ingat: aktifkan Safe Mode dulu (Ctrl+X) sebelum
mengetik command apa pun di section ini.
Aktifkan Safe Mode, cek rule default
Rule pertama: accept established/related
Selalu paling atas — memastikan koneksi yang sudah sah (termasuk balasan dari trafik yang kamu inisiasi sendiri) tidak pernah ke-drop rule berikutnya.
Rule kedua: allowlist akses manajemen
Subnet 10.10.10.0/24 ini subnet manajemen dari Modul 01. Rule
ini HARUS ada sebelum rule drop-semua di langkah 5 — kalau tidak, kamu akan
ter-lockout begitu drop-semua aktif.
Rule ketiga: drop invalid
Rule terakhir: drop semua sisanya (WAJIB PALING BAWAH)
Uji dari subnet manajemen (HARUS berhasil)
Kalau koneksi baru berhasil, allowlist manajemen (langkah 3) bekerja dengan benar. Kalau gagal, JANGAN keluar Safe Mode — biarkan timeout supaya semua perubahan otomatis dibatalkan, lalu tinjau ulang urutan rule.
Uji dari subnet LAIN (HARUS gagal — buktikan drop bekerja)
Kalau device di luar subnet manajemen JUSTRU berhasil konek, berarti ada rule yang keliru (mungkin allowlist terlalu longgar). Perbaiki sebelum keluar Safe Mode.
Pola sama untuk chain forward
Hasilnya: trafik LAN→WAN (device kamu browsing) tetap bisa jalan, tapi koneksi BARU yang diinisiasi dari WAN menuju LAN (misal scanning dari internet) otomatis ditolak — karena tidak ada rule accept yang cocok untuk arah itu sebelum drop-semua di paling bawah.
Konfirmasi & backup
7 · Lab TaskPraktik Wajib — Hardware Kantor Mitra atau CHR Mandiri
- Jalur Mandiri (CHR): lanjutkan CHR yang sama dari Modul 01-03. Bukti kelulusan = screenshot tiap tahap, disimpan sendiri (tidak perlu verifikasi pembimbing).
- Jalur Formal (magang): pakai hardware MikroTik yang sama dari Modul 01-03 di kantor mitra. Hasil dicatat di template Laporan PKL Bagian 4, dan diverifikasi langsung oleh pembimbing.
Ctrl+X) untuk SELURUH
task di bawah — dari task 1 sampai task 9. Jangan keluar Safe Mode sebelum
task 8 (uji dua arah) selesai dan sesuai ekspektasi.
📋 9 Lab Tasks — Modul 04
- Aktifkan Safe Mode (
Ctrl+X), screenshot prompt yang menunjukkan[Safe Mode taken]. - Cek rule firewall default — screenshot
/ip firewall filter print(biasanya kosong). - Buat rule accept established/related/untracked di
chain
input, paling atas. Screenshot hasilnya. - Buat rule allowlist manajemen — accept winbox/ssh
HANYA dari subnet manajemen kamu (
10.10.10.0/24atau subnet lab kamu). Screenshot hasilnya. - Buat rule drop invalid di chain
input. Screenshot hasilnya. - Buat rule drop-semua di chain
input, paling bawah. Screenshot/ip firewall filter printmenunjukkan urutan LENGKAP 4 rule (nomor 0-3) sesuai urutan di atas. - Uji akses manajemen: dari subnet manajemen HARUS masih bisa konek winbox/ssh (sesi baru). Screenshot bukti berhasil.
- Uji dari subnet lain (kalau ada device test kedua): winbox/ssh HARUS gagal/timeout dari luar subnet manajemen. Screenshot bukti gagal (atau catat hasil kalau tidak ada device test kedua).
- Ulangi pola serupa di chain forward (established/related
→ drop invalid → allow LAN-ke-WAN → drop-semua paling bawah), lalu
baru keluar Safe Mode setelah semua tes sesuai
ekspektasi. Screenshot
/ip firewall filter printfinal (input + forward) dan hasil/system backup save.
Selesai? Jalur Formal: tunjuk pembimbing untuk verifikasi — pembimbing akan cek langsung: akses manajemen dari subnet yang benar tetap jalan, akses dari luar subnet manajemen ditolak, dan urutan rule sudah benar (allowlist SEBELUM drop-semua). Jalur Mandiri: cek sendiri — kalau semua 9 screenshot lengkap dan konsisten (terutama bukti uji akses berhasil DAN gagal sesuai ekspektasi), lab task ini selesai. Simpan buktinya untuk checklist di halaman progres.
8 · Self-AssessmentCek Pemahaman (5 Soal)
drop semua ditaruh di atas, SEMUA trafik (termasuk winbox/ssh kamu sendiri) langsung kena rule itu — rule accept di bawahnya tidak pernah tercapai. Urutan SANGAT mempengaruhi hasil (bukan seperti opsi b) — ini bukan soal kecepatan (a) atau tampilan (d).new (b) untuk koneksi benar-benar baru yang belum pernah tercatat. related (d) untuk koneksi baru yang TERKAIT koneksi lain (misal FTP data channel), bukan balasan langsung. invalid (c) untuk paket yang tidak jelas asal-usulnya — biasanya tanda masalah, bukan komunikasi normal./ip firewall filter yang beroperasi di Layer 3/IP. Ini kenapa penting selalu ingat MAC address sebagai jalur darurat. Reset factory (d) adalah pilihan TERAKHIR yang menghapus SEMUA konfigurasi — baru dipakai kalau MAC access dan Safe Mode dua-duanya gagal. Restart (a) dan menunggu (c) tidak menyelesaikan masalah rule yang salah.9 · RangkumanKey Takeaways Modul 04
- Safe Mode dulu, selalu — sebelum sentuh rule firewall apa pun, tanpa kecuali.
- Input vs Forward — input untuk akses ke router itu sendiri, forward untuk trafik yang cuma lewat.
- Urutan rule = first-match-wins — rule di atas dievaluasi duluan, drop-semua HARUS paling bawah.
- Allowlist manajemen SEBELUM drop-semua — atau kamu akan self-lockout.
- established/related di paling atas mengurangi kerumitan rule & risiko salah konfig.
- Selalu uji DUA arah: akses yang seharusnya BOLEH (berhasil) dan yang seharusnya DITOLAK (gagal) — jangan cuma tes satu sisi.
- MAC address WinBox adalah jaring pengaman kedua (Layer 2, di luar jangkauan firewall filter) — bukan alasan untuk skip Safe Mode.
10 · GlossariumIstilah Penting di Modul Ini
- Chain Input
- Jalur firewall untuk trafik yang tujuannya router itu sendiri (mis. winbox/ssh).
- Chain Forward
- Jalur firewall untuk trafik yang cuma LEWAT router (mis. LAN ke WAN), bukan ditujukan ke router.
- Connection Tracking
- Mekanisme RouterOS "mengingat" status tiap koneksi: new, established, related, invalid.
- First-Match-Wins
- Prinsip evaluasi rule firewall: dari atas ke bawah, berhenti di rule pertama yang cocok.
- Safe Mode
- Fitur RouterOS (Ctrl+X) yang otomatis membatalkan perubahan kalau koneksi terputus sebelum dikonfirmasi.
- Allowlist
- Rule accept eksplisit untuk akses yang diizinkan, harus ada SEBELUM rule drop-semua.
- MAC Access (jaring pengaman)
- Akses WinBox via MAC address (Layer 2) yang secara default tidak melewati firewall filter (Layer 3).
- Invalid (connection state)
- Paket yang tidak jelas asal-usulnya di tracking table — umumnya aman untuk di-drop.