DHCP Server — Pool IP & Reservation
🎯 Setelah Modul Ini Kamu Akan Bisa
- Menjelaskan cara kerja DHCP (proses DORA) tanpa hafalan — paham logikanya
- Setup DHCP server dari nol: address pool, DHCP network, binding ke interface
- Membuat static reservation untuk device penting (printer, CCTV) supaya IP-nya tidak berubah-ubah
- Memilih lease time yang masuk akal sesuai konteks (kantor vs WiFi tamu)
- Membaca lease table untuk troubleshoot device yang tidak dapat IP
1 · PengantarSkenario: Klinik Gigi Bertambah Device
Masih klinik gigi yang sama dari Modul 01. Sekarang router sudah aman (identitas jelas, IP manajemen rapi, password kuat) — tapi klinik ini punya 20 laptop staff, 15 device WiFi tamu (pasien nunggu), 1 printer jaringan, dan 2 CCTV. Semuanya butuh IP address supaya bisa konek ke jaringan.
Solusinya: DHCP server untuk mayoritas device (otomatis, tidak perlu campur tangan manual), plus static reservation untuk device yang butuh IP tetap (printer, CCTV) — tapi tetap dikelola dari DHCP server, bukan di-set manual di tiap device.
2 · KonsepCara Kerja DHCP — Proses DORA
DHCP (Dynamic Host Configuration Protocol) adalah protokol yang membagikan IP address, subnet mask, gateway, dan DNS server secara otomatis ke device yang konek ke jaringan. Prosesnya disingkat DORA:
D — Discover
Device baru konek ke jaringan (misal laptop staff dinyalakan). Belum punya IP, jadi dia broadcast ke seluruh jaringan: "Ada DHCP server di sini? Saya butuh IP."
O — Offer
DHCP server (router MikroTik) dengar broadcast itu, lalu menawarkan satu IP dari address pool yang tersedia: "Pakai IP 192.168.10.15 ya."
R — Request
Device menerima tawaran itu dan secara resmi meminta IP tersebut ke server (langkah ini penting kalau ada lebih dari 1 DHCP server di jaringan — device cuma akan konfirmasi ke satu server).
A — Acknowledge
Server konfirmasi final: "OK, IP itu resmi milikmu selama sekian waktu (lease time)." Device sekarang bisa pakai IP itu untuk internet/jaringan lokal.
3 · KonsepAddress Pool & DHCP Network
Sebelum DHCP server bisa jalan, MikroTik butuh 2 hal:
1) Address Pool
Kumpulan/range IP yang boleh dibagikan ke client. Contoh: kalau subnet-nya
192.168.10.0/24, jangan bagikan SELURUH range .1 sampai
.254 — sisakan beberapa IP awal untuk device statis (gateway,
printer, CCTV, server). Pool yang wajar: 192.168.10.10 sampai
192.168.10.200 (menyisakan .2-.9 untuk
statis, dan .201-.254 sebagai cadangan).
2) DHCP Network
Definisi "aturan main" untuk satu subnet: berapa gateway-nya (biasanya IP router itu sendiri), DNS server apa yang dikasih ke client, dan netmask/prefix-nya.
192.168.10.1
ikut masuk range pool 192.168.10.1-192.168.10.200,
suatu saat DHCP bisa membagikan IP gateway ke client biasa — dua device
rebutan satu IP, jaringan kacau.
4 · KonsepLease Time — Berapa Lama IP Dipinjamkan?
Lease time adalah durasi sebuah IP "dipinjamkan" ke device sebelum device itu harus renew (minta konfirmasi ulang) ke DHCP server. Ini bukan angka sembarangan — pilihannya tergantung konteks:
- Lease pendek (mis. 1 jam - 4 jam): cocok untuk WiFi tamu/publik dengan turnover tinggi (kafe, ruang tunggu klinik) — IP yang sudah tidak dipakai (device pergi) cepat "dibersihkan" dan bisa dipakai device lain. Konsekuensi: lebih banyak trafik renewal request.
- Lease panjang (mis. 1 hari - 1 minggu): cocok untuk jaringan kantor dengan device yang relatif tetap (laptop staff) — mengurangi overhead renewal, device jarang perlu minta ulang.
Default RouterOS biasanya 10m (10 menit) untuk network baru —
ini terlalu pendek untuk kebanyakan kasus produksi, hampir selalu perlu diubah.
5 · KonsepStatic Reservation (IP Binding)
Untuk device yang butuh IP selalu sama (printer jaringan, CCTV/NVR, server internal) — ada 2 cara:
- Static manual di device: masuk ke setting printer/CCTV, matikan DHCP client di situ, isi IP manual. Kelemahan: tersebar di banyak tempat, susah diaudit, gampang lupa dokumentasi kalau ganti device.
- Static reservation di DHCP server (direkomendasikan): device tetap pakai DHCP client (default), tapi DHCP server "mengingat" MAC address device itu dan SELALU kasih IP yang sama tiap kali device itu minta IP. Semua tercatat di satu tempat: DHCP server.
6 · PraktikDemo Step-by-Step (CLI)
Asumsi: interface LAN kamu bernama bridge dengan IP
192.168.10.1/24 (hasil setup Modul 01, disesuaikan subnetnya).
Buat address pool
Range ini menyisakan .2-.9 untuk device statis
(gateway sudah .1, sisa untuk printer/CCTV nanti).
Buat DHCP network (gateway, DNS, netmask)
DNS server bisa diarahkan ke router sendiri (kalau router jalankan DNS cache) dan/atau ke DNS publik sebagai fallback.
Buat DHCP server, bind ke interface + pool
disabled=no
— DHCP server yang lupa di-enable tidak akan membagikan IP sama sekali,
gejalanya mirip "network mati" padahal cuma lupa satu flag.Uji: sambungkan device test, cek lease table
Status bound artinya proses DORA berhasil sampai tahap
Acknowledge. Kalau device test tidak muncul di sini, masalahnya ada di
tahap Discover/Offer (cek koneksi fisik, VLAN, atau interface binding).
Static reservation untuk printer
Sekarang printer itu akan SELALU dapat 192.168.10.5 — walau
tetap lewat proses DHCP normal (bukan static config manual di printer-nya).
Static reservation untuk CCTV, verifikasi akhir
Huruf S di kolom flag menandakan lease itu static
(reservation), beda dengan lease dinamis biasa.
Ubah lease-time pada DHCP server yang sudah ada
/ip dhcp-server set mengubah konfigurasi DHCP server yang
SUDAH ADA — beda dari /ip dhcp-server add di langkah 3 yang
membuat baru. Pola set ini sama seperti yang kamu pakai di
Modul 01 (/system identity set, /ip service set).
Lease dinamis yang sedang aktif tidak langsung berubah — durasi baru
berlaku untuk lease berikutnya.
7 · Lab TaskPraktik Wajib — Hardware Kantor Mitra atau CHR Mandiri
- Jalur Mandiri (CHR): lanjutkan CHR yang sama dari
Modul 01. Bukti kelulusan = screenshot tiap tahap + file
.rscakhir, disimpan sendiri (tidak perlu verifikasi pembimbing). - Jalur Formal (magang): pakai hardware MikroTik yang sama dari Modul 01 di kantor mitra. Hasil dicatat di template Laporan PKL Bagian 4, dan diverifikasi langsung oleh pembimbing.
📋 6 Lab Tasks — Modul 02
Command dan tahapannya identik di kedua jalur — modul ini murni konfigurasi software, tidak ada langkah fisik seperti Modul 01.
- Buat address pool baru untuk subnet lab kamu (pakai
subnet dari Modul 01, mis.
10.99.99.0/24) — sisakan beberapa IP awal untuk device statis. Screenshot/ip pool print. - Buat DHCP network (gateway, dns-server, netmask) untuk
subnet itu. Screenshot hasil
/ip dhcp-server network print. - Buat DHCP server, bind ke interface LAN + pool yang
sudah dibuat, pastikan
disabled=no. Screenshot/ip dhcp-server print. - Uji dapat IP: sambungkan 1 device test (laptop/VM
kedua/HP) ke jaringan, verifikasi device itu dapat IP dari pool via
/ip dhcp-server lease print. Screenshot lease table-nya. - Buat static reservation untuk 1 device "printer
simulasi" (bisa device test yang sama, catat MAC-nya, assign IP tetap
di luar range pool utama, mis.
.5). Screenshot hasil/ip dhcp-server lease printyang menunjukkan baris reservation itu (flagS). - Ubah lease-time dari default ke nilai yang kamu
pilih (jelaskan alasannya di catatan: kenapa pilih durasi itu untuk
skenario klinik gigi). Screenshot
/ip dhcp-server printfinal +/ip dhcp-server lease printyang menunjukkan device dinamis DAN device reservation sekaligus.
Selesai? Jalur Formal: tunjuk pembimbing untuk
verifikasi — pembimbing akan cek langsung: device test dapat IP dari pool
yang benar, dan device reservation dapat IP statis sesuai rencana (bukan
IP random dari pool). Kalau keduanya sesuai, kamu lulus lab task ini.
Jalur Mandiri: cek sendiri — kalau semua 6 screenshot + file
.rsc akhir sudah lengkap dan konsisten dengan langkah di atas,
lab task ini selesai. Simpan buktinya untuk checklist di
halaman progres.
8 · Self-AssessmentCek Pemahaman (5 Soal)
9 · RangkumanKey Takeaways Modul 02
- DORA (Discover-Offer-Request-Acknowledge) adalah alur DHCP — paham ini kunci troubleshoot device yang tidak dapat IP.
- Address pool jangan mencakup seluruh subnet — sisakan IP untuk device statis (gateway, printer, CCTV).
- Gateway di luar pool — mencegah IP gateway ikut dibagikan ke client biasa.
- Lease time dipilih sesuai konteks: pendek untuk turnover tinggi (WiFi tamu), panjang untuk device stabil (kantor).
- Static reservation lebih baik dari static manual di device — semua tercatat terpusat di DHCP server, gampang diaudit & diganti.
- Lease table (
/ip dhcp-server lease print) adalah tempat pertama dicek saat troubleshoot masalah DHCP.
10 · GlossariumIstilah Penting di Modul Ini
- DHCP
- Dynamic Host Configuration Protocol — protokol pembagian IP otomatis ke device di jaringan.
- DORA
- Discover-Offer-Request-Acknowledge — 4 tahap proses DHCP dari device minta IP sampai resmi dapat.
- Address Pool
- Kumpulan/range IP yang boleh dibagikan DHCP server ke client, biasanya sebagian dari subnet (bukan seluruhnya).
- Lease Time
- Durasi sebuah IP "dipinjamkan" ke device sebelum harus renew ke DHCP server.
- Static Reservation
- Binding MAC address ke IP tertentu di DHCP server, supaya device itu selalu dapat IP yang sama tanpa config manual di device-nya.
- APIPA
- Automatic Private IP Addressing (169.254.x.x) — IP default yang diberikan OS saat gagal dapat IP dari DHCP server mana pun.
- Gateway
- IP yang jadi "pintu keluar" jaringan lokal, biasanya IP router itu sendiri.
- Lease Table
- Daftar semua IP yang sedang/pernah dipinjamkan DHCP server, dilihat via
/ip dhcp-server lease print.