Samsung baru saja mengonfirmasi: Galaxy A57 dan A37 akan diluncurkan resmi pada 25 Maret 2026 pukul 17:30 IST — tiga hari dari hari ini. Setelah berbulan-bulan bocoran dari TENAA, sertifikasi TKDN Indonesia, dan hands-on dari Thailand, kita akhirnya mengetahui tanggal pastinya. Samsung Galaxy A57 5G hadir sebagai penerus Galaxy A56 dengan chip Exynos 1680 baru, desain yang lebih tipis (6,9mm — setipis Galaxy S26!), dan jaminan 6 tahun update Android. Ini semua yang perlu Anda ketahui sebelum membelinya.
Posisi Galaxy A57 di Lineup Samsung 2026
Galaxy A57 mengisi slot "premium mid-range" Samsung — satu tingkat di bawah Galaxy S FE, tapi jauh di atas Galaxy A37. Di Indonesia, Galaxy A57 menjadi pilihan utama bagi pengguna yang menginginkan pengalaman mendekati flagship dengan anggaran Rp 6–8 juta. Samsung konsisten meluncurkan seri A5x setiap Maret, dan 2026 tidak berbeda.
~Rp 4–5 juta
Exynos 1480 · Entry mid
~Rp 6,5–8 juta
Exynos 1680 · Premium mid
~Rp 9–10 juta
Snapdragon 8 Elite · Near-flagship
~Rp 14 juta+
Snapdragon 8 Elite · Flagship
Desain: Tertipis di Kelasnya, Key Island Diperbarui
Foto pertama Galaxy A57 muncul dari database TENAA China pada Januari 2026 — database sertifikasi resmi pemerintah China yang mencantumkan foto nyata unit produksi, bukan render marketing. Dari foto tersebut terlihat jelas: desain Galaxy A57 mempertahankan DNA A-series, tapi dengan sejumlah penyempurnaan yang terasa.
- 161,5 × 76,8 × 6,9 mm
- 182 gram — 18g lebih ringan dari A56
- Gorilla Glass Victus+ depan & belakang
- Frame aluminium
- IP67 — tahan air 1 meter 30 menit
- In-display fingerprint scanner (optik)
6,9mm = setipis Galaxy S26
- 🟣 Lavender / Lilac (baru di A57)
- 🖤 Graphite / Charcoal
- 🔵 Navy Blue
- Kamera modul: two-tier pill baru
- Key Island diperbarui (lebih ramping)
- Punch-hole kamera depan (center)
Terinspirasi desain Galaxy S25 Edge
Spesifikasi Lengkap Samsung Galaxy A57 5G
| Komponen | Spesifikasi | Catatan |
|---|---|---|
| Layar | 6,7" Super AMOLED, 120Hz | FHD+ 1080×2340, HDR10+, 1900 nits peak |
| Proteksi layar | Gorilla Glass Victus+ | Sama dengan Galaxy S-series |
| Chipset | Samsung Exynos 1680 (4nm) | Xclipse 550 GPU — arsitektur AMD RDNA 3.5 |
| CPU | Octa-core, max 2,9GHz | Konfigurasi 1+4+3 tri-cluster baru |
| RAM | 6GB / 8GB / 12GB | LPDDR5X — tergantung varian & pasar |
| Storage | 128GB / 256GB UFS 3.1 | Tidak ada slot microSD |
| Kamera utama | 50MP f/1.8, OIS, 1/1.56" | PDAF, sensor Sony IMX906 (rumor) |
| Kamera ultrawide | 12MP | Upgrade dari 8MP di A56 |
| Kamera makro | 5MP | Tidak berubah dari A56 |
| Kamera depan | 12MP f/2.2 | 4K@30fps, 10-bit HDR video |
| Video belakang | 4K@30fps, 1080p@60fps | Gyro-EIS stabilization |
| Baterai | 5.000 mAh | Sama dengan A56 |
| Pengisian daya | 45W wired | Tidak ada wireless charging |
| OS | Android 16, One UI 8 | 6 tahun update OS + 6 tahun security patch |
| Konektivitas | 5G, WiFi 6, Bluetooth 5.4 | NFC (tergantung pasar), eSIM dual |
| Positioning | GPS, GLONASS, BDS, Galileo | Lengkap |
| Port | USB-C 2.0, OTG | Tanpa 3.5mm jack |
| Vapour chamber | Lebih besar dari A56 | Dikonfirmasi leak Maret 2026 |
| Dimensi | 161,5 × 76,8 × 6,9mm | 182 gram |
Exynos 1680 — Lompatan Performa yang Sesungguhnya
Upgrade terbesar Galaxy A57 ada di dalam: Exynos 1680, chip baru Samsung fabrikasi 4nm dengan GPU Xclipse 550 berbasis arsitektur AMD RDNA 3.5. Arsitektur GPU yang sama (secara silsilah) dengan Exynos 2500 di Galaxy S26 — meski tentu dengan jumlah compute unit yang jauh lebih sedikit. Berdasarkan benchmark Geekbench awal (model SM-A576B), peningkatan multi-core dari Exynos 1580 (A56) ke Exynos 1680 mencapai ~15–25%.
| Aspek | Exynos 1580 (A56) | Exynos 1680 (A57) | Δ Peningkatan |
|---|---|---|---|
| Fabrikasi | 4nm | 4nm (dioptimasi) | Efisiensi lebih baik |
| CPU config | 1+3+4 | 1+4+3 (baru) | Cluster besar bertambah |
| CPU max clock | 2,75GHz | 2,9GHz | +5,5% |
| GPU | Xclipse 540 | Xclipse 550 | RDNA 3.5 — naik generasi |
| Multi-core (GB) | ~3.756 | ~4.347 | +15,7% |
| Single-core (GB) | ~1.180 | ~1.311 | +11,1% |
| AnTuTu (est.) | ~550.000 | ~620.000 | +12,7% |
| Vapor chamber | Standard | Lebih besar | Sustained performance lebih baik |
Yang menarik adalah upgrade vapour chamber — bocoran foto internal Galaxy A57 yang viral di Twitter/X pada Maret 2026 menunjukkan komponen pendingin yang secara visual jauh lebih besar dari A56. Artinya performa Exynos 1680 akan lebih terjaga saat gaming berkepanjangan — tidak terjadi throttling yang biasanya terjadi pada chipset mid-range setelah 20–30 menit gaming.
Sistem Kamera — Upgrade Ultrawide yang Signifikan
Secara spesifikasi, kamera Galaxy A57 terlihat mirip A56 — tapi ada perubahan penting yang tidak terlihat di angka: ultrawide naik dari 8MP ke 12MP, dan rumor kuat menyebut sensor utama menggunakan Sony IMX906 (sensor yang sama dengan flagship mid-range Samsung 2025) dengan ukuran 1/1.56" — cukup besar untuk kelas harganya.
50MP f/1.8 dengan OIS (Optical Image Stabilization) dan PDAF. Sensor 1/1.56" yang cukup besar memungkinkan lebih banyak cahaya masuk — berdampak langsung pada foto malam yang lebih terang dan lebih detail. OIS membantu stabilisasi saat merekam video berjalan atau dalam kondisi tangan gemetar.
Peningkatan ultrawide dari 8MP ke 12MP adalah salah satu upgrade paling nyata yang dirasakan pengguna. Foto ultrawide di A56 sering terlihat soft dan noisy — dengan resolusi yang lebih tinggi, A57 seharusnya memberikan detail yang jauh lebih tajam pada foto landscape, arsitektur, dan konten grup.
Samsung membawa fitur Galaxy AI baru ke A-series: Voice Transcript (transkripsi otomatis rekaman suara dengan terjemahan multi-bahasa), Object Eraser yang lebih presisi, dan Voice Focus yang ditingkatkan untuk video call. Ini fitur yang sebelumnya hanya ada di Galaxy S-series.
Kamera utama bisa merekam 4K@30fps dan 1080p@60fps dengan gyro-EIS. Kamera depan 12MP juga mampu 4K@30fps dengan 10-bit HDR — fitur yang jarang tersedia di kelas harga Rp 6–8 juta. Untuk content creator yang mengandalkan selfie camera untuk vlog, ini adalah peningkatan yang berarti.
Layar Super AMOLED 120Hz — Panel Fleksibel dari TCL
Galaxy A57 menggunakan panel Super AMOLED 6,7 inci berresolusi FHD+ (1080×2340) dengan refresh rate 120Hz. Kabar menarik dari PhoneArena: Samsung kemungkinan menggunakan panel dari TCL/CSOT — bukan Samsung Display sendiri — untuk A57. Panel CSOT sekitar 20% lebih murah, memungkinkan Samsung menjaga harga tetap kompetitif sambil menambah margin.
| Spesifikasi Layar | Galaxy A56 | Galaxy A57 |
|---|---|---|
| Ukuran | 6,7 inci | 6,7 inci |
| Tipe panel | Super AMOLED | Super AMOLED (fleksibel) |
| Resolusi | 1080×2340 FHD+ | 1080×2340 FHD+ |
| Refresh rate | 120Hz | 120Hz |
| Kecerahan peak | 1.900 nits | 1.900 nits |
| HDR | HDR10+ | HDR10+ |
| Proteksi | Gorilla Glass Victus+ | Gorilla Glass Victus+ |
| Supplier panel | Samsung Display | TCL/CSOT (rumor) |
| Bezel | Tipis | Lebih tipis (fleksibel OLED) |
Baterai 5.000mAh + 6 Tahun Update — Nilai Investasi Nyata
Kapasitas baterai tetap di 5.000mAh — sama seperti A56 — tapi efisiensi chip Exynos 1680 yang lebih baik seharusnya menghasilkan screen-on time yang lebih panjang dengan kapasitas yang sama. Pengisian daya 45W juga dipertahankan — dari 0% ke penuh dalam waktu sekitar 65–70 menit berdasarkan pola A56.
Rekam percakapan atau rapat, A57 secara otomatis menghasilkan transkripsi teks dan terjemahannya. Fitur ini sebelumnya hanya ada di Galaxy S-series. Sangat berguna untuk mahasiswa, jurnalis, dan profesional yang sering merekam wawancara atau presentasi.
Object Eraser kini lebih presisi dalam mengisi area yang dihapus menggunakan generative AI — tidak lagi meninggalkan artefak yang mengganggu. Generative Edit memungkinkan pengguna menggeser, meregangkan, atau menghapus objek di foto dengan hasil yang terlihat natural.
Fitur Google yang sudah ada di Galaxy S-series kini tersedia di A57 — lingkari apapun di layar untuk langsung mencari informasi via Google. Berguna untuk identifikasi produk, tanaman, hewan, atau mencari ulasan restoran langsung dari foto.
Galaxy A57 vs A56 vs Kompetitor Utama 2026
| Aspek | Galaxy A57 | Galaxy A56 | Pixel 10a | Nothing Phone (4a) |
|---|---|---|---|---|
| Harga (estimasi) | Rp 6,5–8 juta | Rp 5,5–7 juta (now) | ~Rp 6 juta (est.) | ~Rp 5 juta (est.) |
| Chip | Exynos 1680 | Exynos 1580 | Google Tensor G5 | Snapdragon 7s Gen 3 |
| GPU | AMD RDNA 3.5 | AMD RDNA 3 | Immortalis-G715 | Adreno 720 |
| RAM | 6/8/12GB | 8GB | 8GB | 8GB |
| Layar | 6,7" AMOLED 120Hz | 6,7" AMOLED 120Hz | 6,1" OLED 120Hz | 6,7" AMOLED 120Hz |
| Kamera utama | 50MP OIS | 50MP OIS | 48MP OIS | 50MP OIS |
| Ultrawide | 12MP | 8MP | 13MP | 50MP |
| Baterai | 5.000mAh 45W | 5.000mAh 45W | 4.400mAh 25W | 4.500mAh 45W |
| Update OS | 6 tahun | 6 tahun | 7 tahun | 3 tahun |
| IP rating | IP67 | IP67 | IP68 | IP54 |
| NFC | Ya (most markets) | Ya | Ya | Ya |
| Android awal | Android 16 | Android 15 | Android 16 | Android 15 |
Harga Samsung Galaxy A57 di Indonesia 2026
Harga resmi Samsung Galaxy A57 di Indonesia belum dikonfirmasi saat artikel ini ditulis. Galaxy A57 sudah mendapatkan sertifikasi TKDN dari Kemenperin pada 11 Februari 2026 (tingkat kandungan lokal 39,60%) — syarat wajib untuk penjualan resmi di Indonesia. Berdasarkan pola harga A-series sebelumnya dan laporan dari Thailand (pre-order THB 17.999 untuk 12/256GB) serta estimasi analis Indonesia:
| Varian | Harga India (est.) | Estimasi Indonesia | Catatan |
|---|---|---|---|
| Galaxy A57 6GB+128GB | ₹41.999 (~Rp 7,8 juta) | ~Rp 6,5–7 juta | Varian dasar (belum konfirmasi) |
| Galaxy A57 8GB+128GB | ₹44.999 (~Rp 8,3 juta) | ~Rp 7–7,5 juta | Varian tengah |
| Galaxy A57 8GB+256GB | ₹47.999 (~Rp 8,9 juta) | ~Rp 7,5–8 juta | Varian populer |
| Galaxy A57 12GB+256GB | ₹52.999 (~Rp 9,8 juta) | ~Rp 8–8,5 juta | Varian tertinggi |
Galaxy A57 mendapatkan sertifikasi TKDN (Tingkat Kandungan Dalam Negeri) dari Kementerian Perindustrian Indonesia pada 11 Februari 2026 dengan skor 39,60%. Skor ini melampaui ambang batas minimum 30% yang diwajibkan untuk penjualan smartphone di Indonesia. Yang menarik: Samsung secara konsisten meningkatkan skor TKDN di setiap generasi Galaxy A — A55 memiliki TKDN sekitar 35%, A56 sekitar 37%, dan kini A57 mencapai 39,60%. Artinya komponen atau proses produksi yang dilakukan di Indonesia semakin besar setiap tahunnya. Ini berimplikasi pada dua hal penting bagi konsumen Indonesia: (1) Harga jual resmi bisa lebih kompetitif karena sebagian komponen tidak perlu diimpor penuh, dan (2) Samsung semakin berkomitmen untuk investasi produksi di Indonesia — memberikan kepastian ketersediaan unit dan garansi resmi yang lebih terjamin dibanding smartphone yang dijual via jalur parallel import.
FAQ — Pertanyaan yang Sering Ditanyakan
Kesimpulan
Samsung Galaxy A57 5G adalah iterasi yang solid — bukan revolusi, tapi evolusi yang tepat sasaran. Exynos 1680 membawa lompatan performa yang nyata, desain 6,9mm adalah yang tertipis di kelasnya, dan jaminan 6 tahun update menjadikannya investasi jangka panjang yang masuk akal. Untuk pengguna Indonesia yang sedang mencari upgrade dari A54, A55, atau A56, A57 layak masuk shortlist. Setelah memilih smartphone baru, pastikan jaringan 5G Anda optimal — cek latensi dan kecepatan koneksi Anda dengan Ping Test CekIPSaya dan temukan ISP terbaik di area Anda di halaman ISP Indonesia.