// IP ADDRESS ANDA SAAT INI
Mengambil informasi koneksi…
Coba DNS Lookup Sekarang →

Artikel ini adalah referensi filter Wireshark yang bisa kamu bookmark dan buka setiap kali butuh — tidak perlu dibaca dari atas ke bawah. Wireshark memiliki dua jenis filter yang cara kerjanya berbeda: Display Filter (menyaring tampilan setelah capture) dan Capture Filter (menyaring data yang ditangkap sejak awal). Mengerti perbedaan keduanya adalah kunci menggunakan Wireshark secara efisien. Jika kamu baru mulai belajar Wireshark, baca dulu Wireshark untuk Pemula.

Filter Wireshark Lengkap — Cheatsheet Display & Capture Filter
Ilustrasi: Filter Wireshark Lengkap — Cheatsheet Display & Capture Filter
📌 Cara pakai artikel ini: Gunakan Ctrl+F di browser untuk cari filter yang dibutuhkan. Semua filter di sini sudah diuji dan siap pakai — copy-paste langsung ke Wireshark.

Display Filter vs Capture Filter — Perbedaan Krusial

Aspek Display Filter Capture Filter
Kapan bekerja Setelah capture berjalan Sebelum / saat capture dimulai
Lokasi di UI Toolbar bar (kotak panjang atas) Capture → Options → "Capture filter"
Efek Hanya mengubah tampilan Hanya packet yang cocok yang disimpan
Data tersimpan Semua packet tetap ada di file Packet tidak cocok = hilang selamanya
Bisa diubah saat capture Ya — bisa ubah kapanpun Tidak — harus stop dan mulai ulang
Syntax Wireshark display filter syntax BPF (Berkeley Packet Filter) syntax
Kapan digunakan Analisis, investigasi, belajar Traffic tinggi, hemat storage, fokus
⚠️ Jangan tertukar syntax: Filter tcp.port == 443 valid sebagai Display Filter tapi tidak valid sebagai Capture Filter. Versi BPF-nya adalah tcp port 443 (tanpa tanda sama dengan dan titik). Syntax yang berbeda untuk tujuan yang mirip.

Display Filter — Filter Berdasarkan Protokol

Filter Fungsi Contoh Penggunaan
dns Semua traffic DNS Lihat semua query dan response DNS
http Semua traffic HTTP Analisis request/response web tidak terenkripsi
tls Semua traffic HTTPS/TLS Lihat metadata koneksi HTTPS
tcp Semua traffic TCP Analisis koneksi TCP umum
udp Semua traffic UDP VoIP, DNS, gaming, streaming
icmp Semua traffic ICMP Ping, traceroute, error message jaringan
arp Semua traffic ARP Deteksi perangkat LAN, cek ARP spoofing
dhcp Semua traffic DHCP Debug masalah IP otomatis tidak dapat
ssh Semua traffic SSH Monitor koneksi SSH — isi terenkripsi
ftp Semua traffic FTP Analisis transfer file — plaintext
ntp Semua traffic NTP Debug masalah sinkronisasi waktu
wireshark — filter protokol dasar
dns
http
tls
tcp
udp
icmp
arp
dhcp
ssh
ftp
Paste salah satu ke Display Filter bar di Wireshark dan tekan Enter.

Display Filter — Filter Berdasarkan IP Address dan Port

Filter Fungsi Keterangan
ip.addr == 8.8.8.8 Traffic dari ATAU ke IP ini Paling umum — dua arah sekaligus
ip.src == 192.168.1.5 Hanya traffic yang DIKIRIM dari IP ini Satu arah — source saja
ip.dst == 203.0.113.10 Hanya traffic yang DITUJUKAN ke IP ini Satu arah — destination saja
ip.addr == 192.168.1.0/24 Semua traffic dari/ke subnet ini Monitor seluruh subnet LAN
!(ip.addr == 192.168.1.1) Sembunyikan traffic dari/ke IP ini Tanda seru = negasi / NOT
tcp.port == 80 Traffic di port 80 (HTTP) Source maupun destination
tcp.dstport == 443 Traffic yang MENUJU ke port 443 Hanya arah destination
tcp.srcport == 22 Traffic yang KELUAR dari port 22 Hanya arah source
udp.port == 53 DNS via UDP port 53 Alternatif filter dns yang spesifik
wireshark — filter ip dan port
ip.addr == 8.8.8.8
ip.src == 192.168.1.5
ip.dst == 203.0.113.10
ip.addr == 192.168.1.0/24
tcp.port == 443
tcp.dstport == 80
udp.port == 53
Ganti IP dengan IP yang ingin dianalisis. Gunakan CekIPSaya untuk cek IP publik kamu.

Display Filter — Operator Logika untuk Kombinasi Filter

Operator Simbol Alternatif Arti Contoh
&& and DAN — kedua kondisi harus terpenuhi dns && ip.src == 192.168.1.5
|| or ATAU — salah satu kondisi cukup http || dns
! not BUKAN — kebalikan dari kondisi !arp
== eq Sama dengan ip.addr == 8.8.8.8
!= ne Tidak sama dengan ip.addr != 192.168.1.1
> gt Lebih besar dari frame.len > 1000
< lt Lebih kecil dari frame.len < 100
contains - Mengandung string ini http contains "cekipsaya"
wireshark — kombinasi filter praktis
# DNS query dari perangkat tertentu
dns && ip.src == 192.168.1.5

# Traffic HTTP atau HTTPS ke server tertentu
(http || tls) && ip.dst == 203.0.113.45

# Semua traffic kecuali ARP dan broadcast
!arp && !eth.dst == ff:ff:ff:ff:ff:ff

# TCP ke port 80 atau 443 dari subnet LAN
tcp && (tcp.dstport == 80 || tcp.dstport == 443) && ip.src == 192.168.1.0/24

# Paket besar yang mencurigakan
frame.len > 1400 && !tcp.analysis.retransmission

# Cari string dalam payload HTTP
http && frame contains "password"
Gunakan tanda kurung () untuk mengelompokkan kondisi OR — persis seperti matematika.

Display Filter — Analisis Masalah TCP

Filter Mendeteksi Interpretasi
tcp.analysis.retransmission Packet yang dikirim ulang Ada packet loss di jalur jaringan
tcp.analysis.fast_retransmission Fast retransmission Packet loss terdeteksi via dupACK
tcp.analysis.duplicate_ack Duplicate ACK Penerima minta kirim ulang
tcp.analysis.zero_window TCP Zero Window Buffer penerima penuh — koneksi macet
tcp.analysis.lost_segment Segment yang hilang Gap dalam sequence number — packet drop
tcp.flags.reset == 1 Paket TCP RST Koneksi ditutup paksa — firewall atau error
tcp.flags.syn == 1 && tcp.flags.ack == 0 SYN tanpa ACK Deteksi port scanning
wireshark — shortcut troubleshoot tcp
# Tampilkan SEMUA tanda masalah TCP sekaligus
tcp.analysis.retransmission || tcp.analysis.lost_segment || tcp.analysis.zero_window

# Deteksi port scanning
tcp.flags.syn == 1 && tcp.flags.ack == 0

# Koneksi yang ditutup paksa
tcp.flags.reset == 1
Jika banyak packet muncul dengan filter retransmission + lost_segment + zero_window, ada masalah serius di koneksi TCP.

Display Filter — Kombinasi untuk Skenario Troubleshoot Nyata

Skenario: Internet lemot, curiga DNS lambat

Filter: dns — perhatikan kolom Time antara DNS Query dan Response. Jika selisihnya >200ms secara konsisten, DNS server lambat. Bandingkan dengan hasil DNS Lookup CekIPSaya.

Skenario: Curiga ada perangkat asing di jaringan

Filter: arp — lihat semua MAC address aktif. Buka Statistics → Endpoints → tab Ethernet untuk daftar lengkap. MAC address tidak dikenal bisa dicek vendor-nya secara online.

Skenario: Koneksi ke server gagal atau timeout

Filter: ip.addr == [IP_SERVER] && tcp — lihat apakah SYN terkirim. Tidak ada SYN-ACK = server tidak merespons atau firewall memblokir. Ada RST langsung = port tertutup.

Skenario: Deteksi bandwidth hog

Tidak perlu filter — buka Statistics → Endpoints → tab IPv4 → sort by Bytes descending. IP dengan bytes tertinggi = paling banyak pakai bandwidth. Lanjut filter: ip.addr == [IP] untuk detail.

Skenario: Verifikasi koneksi VPN berjalan

OpenVPN: filter udp.port == 1194. WireGuard: udp.port == 51820. Jika ada traffic ke port tersebut = VPN tunnel aktif.

Capture Filter — Syntax BPF yang Perlu Diketahui

Capture Filter (BPF) Display Filter Equivalen Fungsi
host 8.8.8.8 ip.addr == 8.8.8.8 Traffic dari/ke IP tertentu
src host 192.168.1.5 ip.src == 192.168.1.5 Traffic dari IP tertentu
dst host 203.0.113.10 ip.dst == 203.0.113.10 Traffic ke IP tertentu
net 192.168.1.0/24 ip.addr == 192.168.1.0/24 Traffic dari/ke subnet
port 443 tcp.port == 443 Traffic di port tertentu
tcp port 80 tcp.port == 80 TCP di port 80
udp port 53 udp.port == 53 UDP di port 53 (DNS)
not port 22 !tcp.port == 22 Kecualikan SSH
host 8.8.8.8 and port 53 ip.addr==8.8.8.8 && udp.port==53 DNS ke Google DNS spesifik
wireshark — capture filter bpf siap pakai
tcp port 80 or tcp port 443
not port 22
host 203.0.113.45
udp port 53
net 192.168.1.0/24
tcp
not broadcast and not multicast
Di Wireshark: sebelum capture, buka Capture → Options → kolom "Capture filter". Isi dengan filter BPF di atas.

Tips Menggunakan Filter secara Produktif

Simpan Filter Favorit sebagai Bookmark

Setelah menulis filter di Display Filter bar, klik ikon bookmark (🔖) di ujung kanan → "Save this filter". Beri nama deskriptif. Filter tersimpan bisa dipanggil kapanpun dari dropdown — tidak perlu ketik ulang.

Gunakan Autocomplete untuk Temukan Field

Mulai ketik nama protokol (misalnya tcp.a), tunggu sebentar atau tekan Ctrl+Space — daftar field yang cocok akan muncul. Cara tercepat menemukan filter tanpa hafal syntax.

Klik Kanan untuk Filter Otomatis

Di Packet List atau Packet Details, klik kanan nilai apapun (IP, port, protokol) → "Apply as Filter" → "Selected". Wireshark otomatis membuat filter yang tepat — bebas typo.

Profile untuk Set Filter Berbeda

Buat Wireshark Profile berbeda via Edit → Configuration Profiles untuk skenario berbeda: DNS analysis, security audit, monitoring umum. Ganti profile dengan satu klik di status bar kanan bawah.

FAQ — Pertanyaan yang Sering Ditanyakan

Kemungkinan: (1) Syntax filter salah — pastikan kotak filter berwarna hijau, bukan merah. (2) Traffic yang dicari memang tidak ada — clear filter dulu dengan klik X di ujung filter bar. (3) Kamu menggunakan Display Filter di kolom Capture Filter atau sebaliknya — pastikan tulis di tempat yang tepat.
ip.addr menampilkan packet di mana IP tersebut muncul di posisi manapun (source atau destination). ip.src hanya packet yang DIKIRIM dari IP tersebut. ip.dst hanya packet yang DITUJUKAN ke IP tersebut. Untuk monitoring traffic dua arah, ip.addr sudah cukup.
Gunakan operator contains: frame contains "cekipsaya" menampilkan semua packet yang mengandung string tersebut. Untuk HTTP: http contains "login". Ini hanya bekerja untuk traffic tidak terenkripsi — HTTPS tidak bisa di-filter berdasarkan isi karena sudah terenkripsi.
Ya, semua Display Filter bekerja persis sama pada file .pcap yang sudah disimpan maupun capture live. Buka file via File → Open, lalu gunakan filter seperti biasa. Kamu bisa analisis file yang sama berkali-kali dengan filter berbeda tanpa capture ulang.
Lima filter paling berguna: (1) dns, (2) icmp, (3) ip.addr == [IP], (4) tcp.analysis.retransmission, (5) http. Dengan kelima ini, kamu sudah bisa troubleshoot masalah jaringan paling umum.
Ya. Filter tersimpan di file dfilters (display filter) dan cfilters (capture filter) di folder profil Wireshark: Windows di %APPDATA%\Wireshark\, Linux/Mac di ~/.config/wireshark/. Copy file tersebut ke komputer lain untuk berbagi filter dengan tim.

Kesimpulan

Filter adalah skill yang paling membedakan pengguna Wireshark biasa dengan yang mahir. Dengan menguasai kombinasi display filter dan capture filter, kamu bisa langsung fokus ke traffic yang relevan. Bookmark halaman ini sebagai referensi — tidak perlu dihafal semua sekaligus. Untuk konteks penggunaan dalam troubleshooting nyata, baca Panduan Lengkap Wireshark. Kombinasikan dengan DNS Lookup dan Ping Test di CekIPSaya untuk workflow troubleshooting yang efisien.

COBA SEKARANG
Coba DNS Lookup Sekarang
→ Coba DNS Lookup Sekarang
// ARTIKEL INI MEMBANTU?

Share ke teman yang butuh info ini: