// Langkah Diagnosis
-
Cek IP publik kamu di 12 DNSBL sekaligus
Pakai Blacklist Check di bawah — sekali run akan cek 12 database blacklist (Spamhaus, SpamCop, SORBS, Barracuda, dll). Kalau muncul "listed" di salah satunya, itu penyebab utama email kamu kena spam filter.
-
Audit SPF record domain pengirim
Pakai DNS Lookup tipe TXT untuk domain pengirim. Cari record dimulai dengan "v=spf1". Kalau tidak ada SPF, atau format salah ("v=spf1 -all" tanpa include), email mu jadi suspect untuk Gmail/Outlook.
-
Cek DKIM record (signature digital)
DNS Lookup tipe TXT untuk selector._domainkey.domain (selector dari email server kamu, biasanya "default", "google", atau custom). Tanpa DKIM, email tidak bisa diverifikasi authenticity-nya.
-
Cek PTR / reverse DNS IP server kamu
PTR record harus reverse-resolve IP server email kamu ke hostname yang valid (mis. mail.domain.com → 1.2.3.4 → mail.domain.com). Tanpa PTR valid, sebagian besar mail server reject email.
-
Kalau blacklisted: lakukan delisting
Tiap RBL punya prosedur delisting sendiri. Spamhaus paling ketat (perlu fix root cause dulu). Baca artikel di bawah untuk panduan delisting per database + cara mencegah relisting.
// Tools yang Bisa Kamu Pakai
// Pelajari Lebih Lanjut
Panduan lengkap audit IP blacklist + apa yang harus kamu lakukan kalau ter-listed.
Penyebab umum IP listed di blacklist + cara mencegah server compromise.
Step-by-step delisting prosedur per RBL major + alternatif kalau IP susah di-delist.
// Test Pengetahuan Kamu
500 soal acak dari 29 kategori. Cek seberapa paham kamu soal jaringan + dapat sertifikat digital gratis.