// Langkah Diagnosis

  1. Cek IP publik kamu di 12 DNSBL sekaligus

    Pakai Blacklist Check di bawah — sekali run akan cek 12 database blacklist (Spamhaus, SpamCop, SORBS, Barracuda, dll). Kalau muncul "listed" di salah satunya, itu penyebab utama email kamu kena spam filter.

  2. Audit SPF record domain pengirim

    Pakai DNS Lookup tipe TXT untuk domain pengirim. Cari record dimulai dengan "v=spf1". Kalau tidak ada SPF, atau format salah ("v=spf1 -all" tanpa include), email mu jadi suspect untuk Gmail/Outlook.

  3. Cek DKIM record (signature digital)

    DNS Lookup tipe TXT untuk selector._domainkey.domain (selector dari email server kamu, biasanya "default", "google", atau custom). Tanpa DKIM, email tidak bisa diverifikasi authenticity-nya.

  4. Cek PTR / reverse DNS IP server kamu

    PTR record harus reverse-resolve IP server email kamu ke hostname yang valid (mis. mail.domain.com → 1.2.3.4 → mail.domain.com). Tanpa PTR valid, sebagian besar mail server reject email.

  5. Kalau blacklisted: lakukan delisting

    Tiap RBL punya prosedur delisting sendiri. Spamhaus paling ketat (perlu fix root cause dulu). Baca artikel di bawah untuk panduan delisting per database + cara mencegah relisting.

// Tools yang Bisa Kamu Pakai

// Pelajari Lebih Lanjut

// Test Pengetahuan Kamu

🎯 Quiz Networking — DNS, SPF & Email

500 soal acak dari 29 kategori. Cek seberapa paham kamu soal jaringan + dapat sertifikat digital gratis.