Pengguna MyRepublic di berbagai kota seperti Jakarta, Bandung, dan Surabaya sering mengeluh ketika beberapa website tiba-tiba tidak bisa diakses setelah beralih dari IndiHome ke layanan ISP lain. Gejala paling umum adalah "website tidak loading" atau "connection timeout" hanya pada beberapa domain tertentu, sementara situs lain berjalan normal. Fenomena ini seringkali disalahartikan sebagai "internet lemot" atau "putus" padahal sebenarnya masalahnya terletak pada DNS filtering yang diterapkan oleh provider.

Catatan Penting: Jika website tidak loading sepenuhnya (gambar, script, dan API juga gagal), kemungkinan besar bukan masalah DNS melainkan pemblok IP atau firewall provider. Cek dengan mengakses website via IP langsung atau gunakan VPN.

Penyebab Utama Website Terblokir di MyRepublic

MyRepublic menerapkan DNS filtering atau "DNS hijacking" untuk memblokir akses ke website tertentu yang dianggap berisiko atau tidak sesuai kebijakan mereka. Berbeda dengan IndiHome yang lebih longgar, MyRepublic lebih ketat dalam memfilter domain melalui server DNS mereka sendiri. Ketika Anda menggunakan DNS default dari MyRepublic, setiap request DNS akan dicek terlebih dahulu sebelum diarahkan ke IP website.

Namun, beberapa pengguna melaporkan bahwa transisi ke MyRepublic kadang-kadang memunculkan masalah tambahan: IP CGNAT (Carrier Grade NAT) yang dialokasikan ke pelanggan membuat DNS filtering berperilaku aneh. Dalam kasus ini, bahkan konfigurasi DNS manual seperti 8.8.8.8 bisa terpaksa kembali ke DNS server ISP akibat mekanisme NAT yang memodifikasi routing.

4 Solusi Efektif untuk Bypass DNS Block MyRepublic

Solusi 1: Gunakan DNS Publik (Cloudflare atau Google)

Cara termudah adalah mengubah pengaturan DNS di perangkat atau router Anda. Cloudflare (1.1.1.1) dan Google DNS (8.8.8.8) memiliki filtering yang lebih longgar dibandingkan DNS default MyRepublic. Prosesnya:

STEP 1
Windows — Buka Settings > Network & Internet > DNS Server, ganti menjadi 1.1.1.1
STEP 2
Android — Settings > Network > DNS, pilih "Private DNS" dan masukkan 1.1.1.1
STEP 3
Router (Mis. TP-Link) — Login ke 192.168.0.1 > Advanced > DNS Settings, ganti menjadi 8.8.8.8

Catatan Penting: Beberapa router ISP MyRepublic (seperti ZTE) memiliki fitur "DNS Override" yang akan memaksa kembali ke DNS server ISP meskipun Anda sudah mengatur DNS publik. Jika ini terjadi, Anda perlu login ke modem atau menonaktifkan layanan ISP DNS Override.

Solusi 2: Aktifkan DNS Over HTTPS (DoH) di Browser

DNS Over HTTPS mengenkripsi request DNS sehingga tidak bisa dicek atau dimodifikasi oleh ISP. Browser yang mendukung DoH termasuk Chrome, Firefox, dan Edge. Untuk mengaktifkannya:

STEP 1
Chrome — Settings > Security > DNS > DNS over HTTPS, pilih Cloudflare atau NextDNS
STEP 2
Firefox — Settings > General > Network Settings > DNS over HTTPS, aktifkan dan pilih provider
STEP 3
Edge — Settings > Profile > DNS > DNS over HTTPS, aktifkan

DoH bekerja dengan baik untuk sebagian besar website, tetapi masih memiliki keterbatasan: jika IP device Anda berada di CGNAT, beberapa website yang memblokir IP CGNAT tetap tidak akan bisa diakses melalui DoH saja.

Solusi 3: Gunakan Proxy HTTP atau VPN

Jika DNS publik dan DoH tidak menyelesaikan masalah, cara paling efektif adalah menggunakan proxy HTTP atau VPN. Proxy beberapa seperti Browsec atau Psiphon bekerja dengan baik untuk melewati DNS filtering sederhana.

Untuk situs yang lebih kecil, proxy HTTP sering sudah cukup. Namun, untuk perlindungan komprehensif (terutama jika Anda juga ingin melewati pemblokiran IP CGNAT), disarankan menggunakan VPN yang memiliki server di Indonesia seperti: - ProtonVPN (server Jakarta) - Windscribe (server Surabaya) - Atlas VPN (server Indonesia)

Solusi 4: Lakukan Speed Test Multi-Metri

Penting untuk memastikan bahwa masalah yang Anda alami memang DNS dan bukan faktor lain. Lakukan speed test dengan konfigurasi berikut:

TEST 1
Tanpa perubahan — Speed test dengan koneksi asli MyRepublic
TEST 2
Dengan DNS 1.1.1.1 — Speed test setelah mengubah DNS di device
TEST 3
Dengan VPN — Speed test dengan VPN diaktifkan

Bandingkan hasil ketiga tes tersebut. Jika VPN memberikan peningkatan signifikan sementara DNS publik tidak membantu, maka masalahnya pasti terkait CGNAT atau pemblokiran IP yang lebih dalam yang memerlukan VPN.

Studi Kasus: Website Terblokir di MyRepublic Jakarta

Studi Kasus: Kasus Nyata: Platform Monitoring Jaringan Terblokir
Pada bulan Maret 2026, seorang pengguna MyRepublic di Jakarta Timur melaporkan bahwa beberapa website penting untuk pekerjaannya (termasuk platform monitoring jaringan dan dashboard server) tidak bisa diakses. Pengguna tersebut mencoba beberapa solusi:
AWAL
Masalah — Website tertentu (termasuk domain internal perusahaan) tidak bisa diakses, error "DNS_PROBE_FINISHED_NXDOMAIN"
SOLUSI 1
Mengganti DNS ke 1.1.1.1 — Beberapa website bisa diakses, tapi yang paling penting (domain internal perusahaan) tetap tidak bisa diakses
SOLUSI 2
Menggunakan VPN ProtonVPN Jakarta — Semua website bisa diakses dengan normal. Kecepatan download stabil di 15 Mbps (bandwidth nasabah 20 Mbps, penurunan wajar karena overhead VPN)

Kasus ini menunjukkan bahwa untuk ISP tertentu seperti MyRepublic, VPN tetap menjadi solusi paling handal ketika DNS publik tidak cukup, terutama untuk pengguna bisnis yang membutuhkan akses ke domain internal atau website tertentu.

Pertanyaan Sering Diajukan

FAQ — Pertanyaan yang Sering Ditanyakan

Tidak. Beberapa website yang memblokir DNS public (termasuk beberapa domain internal perusahaan atau government) tetap tidak bisa diakses. Solusinya adalah menggunakan VPN yang memiliki kebijakan privasi yang baik.
Ya, ada penurunan kecepatan karena enkripsi dan routing tambahan. Namun, untuk pengguna MyRepublic yang mengalami DNS blocking, VPN adalah satu-satunya solusi yang efektif. Pilih VPN dengan server terdekat (misalnya server Jakarta untuk pengguna Jakarta) untuk meminimalkan dampak kecepatan.
Browser modern seperti Chrome, Firefox, dan Edge sudah mendukung DoH. Untuk browser lain yang tidak mendukung, Anda bisa menggunakan ekstensi atau mengatur DNS di level sistem operasi.
DNS publik (Cloudflare/Google) gratis. VPN ada versi gratis dengan batasan, tetapi untuk keandalan dan kecepatan yang konsisten, disarankan menggunakan layanan VPN berbayar yang sudah terbukti.
Coba akses website menggunakan IP langsung (bukan domain). Jika bisa diakses via IP tapi tidak via domain, itu masalah DNS. Jika tidak bisa juga via IP, itu masalah pemblokiran IP atau firewall provider.

Kesimpulan

MyRepublic memang memblok beberapa domain tertentu melalui DNS filtering server mereka. Solusinya adalah pindah ke DNS publik (Cloudflare/Google), atau gunakan VPN jika DNS publik tidak membantu. Studi kasus nyata menunjukkan DoH bekerja sebagian besar kasus kecuali IP CGNAT.

COBA SEKARANG
Pergi ke DNS Checker
→ Pergi ke DNS Checker